Baru saja Varo duduk di bangku kerjanya, seseorang dengan lancangnya membuka pintu ruang kerjanya tanpa mengetuk terlebih dahulu. Varo hampir saja naik pitam – namun ketika melihat wajah siapa yang muncul dari balik pintu, ia amarahnya langsung gagal naik. “Kenapa begitu?” tanya Varo. “Biasanya selalu ketuk pintu,” herannya. “Vina bilang kalau kamu sakit,” sahut Stefanni, yang tidak lain adalah orang yang sudah membuat amarah Varo gagal naik tadi. “Astaga, beneran dibilangnya ke elo rupanya,” sahut Varo. Stefanni langsung berdiri di samping tempat duduk Varo, kemudian tangannya bergerak naik untuk menyentuh dahi Varo. Stefanni merasakan sehangat apa kening tunangannya itu, sampai ia pun berucap “Mau ke dokter?” “Enggak usah, Fan. Gue cuman kurang istirahat aja kok. Setelah meny

