Chapter 37

1153 Words

“Sampai jam berapa Wanda di sini semalam?” tanya Joanna, ketika jam makan siang tiba dan ia memilih untuk makan di restoran milik Stefanni. “Enggak lama setelah kalian pergi, dia juga pergi,” jawab Stefanni. Lantas gadis itu mengernyitkan dahinya ketika ia melihat Joanna yang nampak tidak suka dengan kehadiran Wanda semalam. “Ada apa sama ekspresi elo itu?” tanyanya. “Sekarang gue kayak hilang respect aja sama itu anak. Beberapa bulan kemarin, gue ngerasa kalau persahabatan kita hanya tinggal berdua. Sosok dia gue anggap sudah hilang. Tapi nyatanya, dia kembali, seolah menjadi orang yang paling menyedihkan di dunia. Padahal, hal itu terjadi atas kehendak dia sendiri. Cinta kok sama orang yang salah,” sahut Joanna panjang lebar. “Enggak boleh bicara begitu, Na. Setiap manusia pasti p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD