Chapter 11

1047 Words

Di sebuah lapangan yang luas dengan hamparan rumput hijau menjadi tempat persinggahan Varo dan teman-temannya malam ini. Sebuah benda bulat mulai ditendang dengan kencang oleh lelaki itu, bahkan belum apa-apa ia sudah berhasil membuat benda bulat itu masuk ke dalam gawang. "Belum apa-apa, Var," ucap Gara. "Bodo amat. Yang penting gua sudah cetak satu gol," sahut Varo. "Kalian main berdua lawan gua yang sendirian tapi kenapa malah cupu?" tanyanya. "Belum ancang-ancang woy!" kesal Gara. Varo lantas hanya tertawa, semestinya skor bukanlah hal yang penting untuknya. Sebab, yang terpenting adalah ia bisa melepas penatnya dengan menjalani hobinya, yaitu bermain sepak bola. Mereka bertiga terus bermain sampai tanpa mereka sadari bahwa permainan mereka sudah berlangsung selama lebih da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD