Gita tidak pernah tahu jika untuk menaiki angkot pun ia harus berebut dengan yang lainnya. Setelah tadi ia berdesakan untuk keluar dari pintu gerbang, kini ia pun harus berdesakan dengan penumpang lainnya di dalam angkot. Penumpang yang merupakan karyawan pabrik itu juga. Puluhan angkot langsung penuh ketika karyawan keluar dari pintu gerbang. Gita tidak berniat untuk berdesakan apalagi saling dorong untuk memasuki angkot, karena ia memang tidak tahu jika ibu-ibu itu ganas sekali dengan saling dorong, untuk naik terlebih dahulu. Mungkin itu rombongan ibu-ibu yang sudah ditunggu anaknya di rumah, sehingga mereka harus saling dorong untuk naik angkot yang akan segera berangkat. Gita sendiri lebih memilih untuk berdiam diri menunggu angkot yang agak kosong yang tidak perlu berdesakan. "Se

