1 jam kemudian. Tap.. tap.. tap suara langkah kaki Lilia menuruni tangga dengan berpakaian rapihnya. Raiyen" Mau kemana?" ujar nya yang melihat Lilia berpakaian rapih sembari menggandeng sebuah tas Brendednya. Lilia" Ingin keluar, apa kau juga akan menghalangi ku?" jawab nya dengan nada kesal nya. "Apa maksud mu? ingin kemana? dan bertemu siapa? cepat katakan." tanya Raiyen sembari menuju ke arah Lilia." huh lihat nadanya itu!.. aku ingin bertemu Davit! dan mencari kebebasan di mana aku bisa berbuat apa pun sesuka ku!" jawab Lilia dengan nada kasarnya berpaling pergi." tunggu! bagaimana bisa kau bertemu dengan pria lain? tidak, kau tidak boleh keluar! berhenti bersikap keterlaluan!" ujar kencang Raiyen yang kini memegang tangan Lilia dengan keras. Lilia" Kau lah yang seharus nya berh

