38. Gagal

2426 Words
Drap.. drap.. drap suara lari Dewi hampir sampai dekat jembatan Velivora." Hos.. hos.. hos! Hanya tersisa 10 Meter lagi! Aku harus cepat!" ucap terengah engah Dewi ingin melanjutkan Lari nya namun tiba tiba didepan nya terdapat seorang pria memakai baju hitam membawa senjata tajam berupa pedang Pedang yang kini terus berjalan ke arah Dewi." Jangan! Jangan mendekat! Aku mohon jangan bunuh aku!" Rengekan Dewi yang kini terjatuh Ke tanah." Seorang Mafia tidak akan memberi ampun pada mangsa nya Dewi! Kau sendiri sudah tau akibat dari berkerja sama dengan seorang Mafia dan ini lah yang kau dapat kan! Hiyakkkkk!" ucap ketus Ravit langsung membunuh Dewi setelah itu meninggalkan jasat nya di tempat dan bergegas pergi." 3 menit kemudian. Rara" sudah Selesai?" ujar Rara sembari mengobati Luka nya akibat di tembak Dewi." Sesuai dengan perkataan Anda Nona Dira." ucap Ravit dengan sopan." Bagus kembali lah!" Hehehe.. Usaha mu payah Dewi! Seharus nya kau lebih cepat! Kegagalan mu langkah awal kemenangan ku." Gumaman Rara sembari menyeringai. Dan itu lah Akhir Dari Dewi Rintiani siapa pun orang yang berprilaku buruk akan mendapatkan kematian paling tragis. Pusat perbelanjaan city of dreams. Loveta" Kyaaaa!! Kakaa.. Lihat ini lihat ini! Aku mendapat kan Tas Cantik ini dengan wanita itu! Ternyata dia kismin! Wkwkwk.. ayo kaka kita kesana.. aku ingin beli sepatu juga Ahh!.. sendal Swallow pun jangan lupa!" Ucap Heboh nya yang kini terus menarik Lilia ketoko toko yang Ia inginkan. Lilia" Kebiasaan buruk ini.. masih ada Rupanya!" Pikiran nya yang kini terlihat pasrah mengikuti kemauan Adik nya. Davit" Hehe.. maaf Lilia ini semua karena aku, tadi nya aku hanya ingin mengajak kau tak di sangka Loveta ikut juga." Fikiran nya tiba tiba merasa bersalah 30 menit yang lalu." Ada apa dengan Lilia kenapa dia sering Melamun di Ayunan Itu?" ujar Davit yang memperhatikan Lilia sering sekali duduk di Ayunan Taman, bawah pohon sakura. Lilia" Sekeras apa pun aku memikirkan Itu.. Memang terasa nyata! Kenapa aku merasa kejadian kemarin pernah terjadi? memanjat tembok itu dan menemuiku disini! Hah! Benar benar gila!" Gumaman nya yang kini bermain Ayunan. "Belakangan ini kau suka mengatai orang gila ya." ucap Tiba tiba Davit." Entah lah belakangan Ini terus terjadi hal yang Aneh! membuat otak ku tak cukup menampungnya."ujar cepat Lilia. Krekkk.. krekkkk.. suara Ayunan Yang diduduki Davit." Hehe.. aku kan sudah bilang jika ada apa apa katakan saja pada ku, lihat kau jadi bingung sendiri Hmm.. Bagaimana jika hari ini Kita mencairkan Otak mu dengan jalan jalan? kalau di pikir pikir kita sudah lama tak pergi berdua." ucap Davit sembari tersenyum." Aku ikut! Masa sih kalian pergi nggak ngajak aku! Pokoknya aku ikut!" ucap tiba tiba Loveta." Nggak! Aku hanya ingin pergi dengan Lilia! Kau selalu mengganggu saja! Kue Pay yang ku buat juga kau yang menghabiskan!" Teriakan Davit lasung berdiri." Hiks.. hiks! Kaka.. Lihat mulut itu berani meneriaki aku!" ucap Loveta." Cukup! Bisa kah kalian berdua tidak bertengkar? Ayo pergi!" ujar Lilia yang membuat Davit senang." Wlee.. anak kecil main sesama umur!" Ujar Davit dengan nada ngeledeknya." Lovetaa.. jika kau Dandan terlalu lama akan ku tinggal." Ucap Lilia seketika membuat Loveta kembali ngeledek Davit." Wuahahahahah.. bagaimana pun Adik paling utama Wlek!" klotak.. klotak suara perpaduan Sendok dan Garpu." Ahhhhhh.. kenyang nya tapi masih banyak yang tersisa, oh ya kaka ketemu Davit di mana? Maksudku manusia macem Dia kan jarang Hehe.." ujar Loveta." Hahahaha.. jadi Adik ku mulai memperhatikannya juga ya?" ucap Lilia." Maksudku aku bukan suka dengan nya hanya Saja.. jika kaka tak suka dengan aku.." ucap loveta dengan ragu." Kaka.. tak suka kok, kau tak perlu ragu ragu mengatakan kalau kau menyukai Davit." Ucap cepat Lilia." Mmm.. bukan begitu aku hanya mendengar dari perkataan orang orang saja, Eh! Tapi kalau kaka benar benar suka aku akan memendam perasaan ini!" ucap panik Loveta yang membuat Lilia terkejut dan mulai mengelus kepala Loveta. " Bagaimana seorang Kaka melihat cinta adik nya Usang? Dan jangan pikirkan perkataan orang lain, memang semua orang selalu mengatakan keserasian kaka dan Davit namun di balik itu kaka Hanya mengagap Davit itu teman Davit pun begitu sekedar Rekan kerja, Jadi Apa mau kaka jodoh kan? Ckckck.. kali aja bisa tuh." Ucap Lilia dengan nada menggoda nya." Ahh.. kaka jangan begitu biar waktu saja yang mengurus nya.. lagian belum tentu Davit akan menyukai ku." ucap Loveta. "Ugh!.. Teman dan sekedar rekan kerja? Memang dari awal posisi ku seperti itu! Bodoh nya aku yang mengharapkan cinta tak terbales ini!" Fikiran Davit yang kini berada di balik tembok ruang makan Lilia dan Loveta namun tidak mendengar Perkataan Loveta karena.." Oi.. oi.. Lihat deh dua wanita itu.. cantik ya Bisa nih kenalan! Gua mau yang putih!" Gua ah punya gua!" Udah lu mah yang item aja! Kan sesuai sama kulit luh!" Apaan si Lol! Kalo item ama item anak gua jadi nya apa? Beruk? Ya kaga ah." Ucap dua pria yang kini duduk di depan Davit berdiri." Kurasa percakapan Kalian itu terlalu kelewatan! Kalian bisa ku penjarakan karena ucapan kalian tadi loh! Pelecehan dan perkataan kalian itu menjijikan! Pergi sekarang atau ku masukkan penjara?" Ucap ketus Davit seketika membuat dua pria itu takut dan segera kabur." Huh! Enak saja bilang punya mu! Lilia punya ku! Tapi aku juga nggak Tahan jika Loveta dihina! Bisa dianggap Impas untuk dia membelikan makanan waktu itu." Gumaman Davit." Loh? Davit? Kenapa berdiri disini saja? Kupikir kau ketelan Wc makanya aku mau mencari mu! Untung lah kau sudah selesai tadi besar banget ya? Hehehe." Ucap Lilia ngeledek Davit yang habis buang Air besar." Iiii! Nggak usah di perjelas dong! Lihat akan ku balas nanti! cepat cepat sebelum mulut toak mu ini banyak bicara." ucap Davit yang terlihat malu sembari membungkam mulut Lilia dengan tangan nya berjalan pergi." Eh? Ada Kak Davit? Ah! Apa dia mendengar perkataan ku tadi?.. memang benar perkataan semua orang, mereka memang terlihat serasi seperti sebuah cinta yang selalu bahagia apa aku bisa masuk di tengah tengah itu?" Fikiran Loveta yang melihat Davit dan Lilia." Hei! Kau mau pulang atau nginap di sini? Ayoo pulang!" Teriakan Davit dengan senyum di wajahnya." Ah! I.. iya! Aku kesana!" ucap cepat Loveta." Akhhh!.. senyuman nya! Membuat aku tak bisa bernafas!" Keesokan Harinya di kediaman Luz yang kini terlihat biasa saja namun ada perperangan sengit yang tak terlihat. Vivia Luz: "Haha.. padahal kan musim panas tapi hawanya cukup dingin ya." Ucap Ibu Lilia. Raiyen" Benar sekali, seperti nya Ibu kedinginan mau saya buatkan s**u Hangat?" ucap Nya seolah di rumah nay sendiri. Davit" Memang nya ini rumah mu!" Fikiran nya yang kesal melihat kehadiran Raiyen." Kau kan tamu apa pantas berbicara begitu? Ibu Biar aku saja yang membuat nya di jamin lebih Enak." ucap ketus nya. "Memang nya kau bukan Tamu? Setidak nya aku tamu yang tau diri, bukan kau tamu yang merasa Rumah ini punya mu!" ucap ketus Raiyen." Kalau begitu bisa kah kau memanggil Nya Bibi?" ujar cepat Davit." Tentu saja aku memanggilnya ibu toh aku akan menjadi menantunya! Dan kau palingan putra angkatnya." Ucap sengit Raiyen." Hahaha.. sudah lah Bibi tak butuh apa apa sudah hangat kok! Oh ya.. Nak Raiyen kesini mau mengajari paman bikin tumpeng ya?" ujar ibu Lilia yang berusaha mencairkan suasana." Haha.. sepertinya itu lain kali saja maaf ya Bibi.. Kali ini Saya akan mengajak putri Bibi pergi kesuatu tempat." Ucap Cepat Raiyen." Hehehe.. Lalu dimana Lilia? Kok belum turun? Loveta cepat panggilkan kakamu." teriakan ibu Lilia." Ah! Mama Bisa panggil sendiri! Loveta lagi Asik Mabar nih!" Ucap Loveta yang dari tadi Asik main Game. Tap.. tap.. tap suara langkah kaki Lilia menuruni tangga" Aku di sini." ujar Lilia yang kini terlihat sangat cantik memakai Atasan Blouse berwarna Coksu dengan bawahan Ripped jeans berwarna biru Tua, yang membuat Raiyen beserta semua orang di ruang tamu itu ternganga." Duh.. apa aku berdandan kelebihan? Memang si Raiyen hanya mengatakan Akan mengajak ku suatu tempat makanya memakai pakaian agak Rapih!" "Lilia..?" ucap Tiba tiba Raiyen." Ng.. Ya?" Saut Lilia." Mmmm.. kau ingin kemana? Kenapa begitu Rapih? Haahahaha.. dan apa itu yang di leher mu? Kalung mutiara? Hahahahhaa.. besar sekali!" Tertawaan Raiyen seketika membuat Lilia malu." Ini memang lagi tren tau! Sudah lah aku kan sengaja berdandan Rapih karena ingin pergi bersama mu! Seterah lah!.." ledakkan Lilia ingin menaiki tangga namun di hentikan Raiyen taps!" Maaf.. jangan marah ya, aku hanya bercanda kok! Aku berjanji akan membawa mu ketempat paling indah." ucap Raiyen dengan senyum nya yang membuat Lilia tersipu malu." Bibi kami berangkat dulu." Ucap Raiyen sembari memegang erat tangan Lilia dengan sengaja membuat Davit cemburu." Lilia! Apa kau tak apa pergi hanya berdua dengan nya? Dia baru saja kau kenal." ujar Davit menatap tajam Raiyen." Haha.. tak apa kok kita hanya pergi seperti biasa. Seperti bertemu dalam Rapat." ucap cepat Lilia." Kalau begitu aku ikut!" ucap Davit langsung memegang tangan Lilia." Hehe.. Lucu Ya! Seharus nya kau mengerti keadaan jangan menjadi seekor nyamuk pengganggu! Tuk!.. kami permisih." ujar Raiyen melepaskan pegangan Davit dan menarik Lilia pergi." Sial! Lagi lagi kecolongan!" fikiran Davit sembari menggertakkan Giginya. Brmmmmmmm.. suara mobil Raiyen menyebrangi Jembatan Velivora." Entah berapa kali di pandang sungai di bawah jembatan ini sangat Indah.. pasti ikan ikan di sana hidup sehat sehat." Gumaman Lilia sembari melihat dari luar jendela." HANNTUUU.." tiba tiba terdengar Suara seram dari belakang Lilia." Hiyyyy!.. ngagetin aja! Jantunku hampir mau lepas tau!" Ucap kaget Lilia." Haha.. lagian bodoh nya make ampun! Mana ada hantu nakutin nya dengan Suara "Hantu" kau itu Kocak yaa Hahhaha.. masih seperti dulu." ucap nya sembari tertawa lepas." Lagi lagi seperti dulu Sebenarnya dia menganggap ku Itu apa? Apa dia menjadikan aku sebagai wanita yang Ia cintai namun lupa ingatan itu? Sungguh membuat ku Bedmood!" fikiran Lilia sembari menyalakan Musik dan memakai Headset." Di kacangin? Aku berbicara apa sampai membuat raut wajah nya begitu? Memang Wanita itu susah!" fikiran Raiyen. 25 menit kemudian, cekritttt.. suara mobil Raiyen berhenti di depan Tempat Festifal perayaan yang sudah lama tidak terpakai." Hah.. Akhirnya sampai! Semuanya sudah siap kan? Di lihat si sudah tidak ada orang." Gumaman Raiyen sembari melihat petugas yang di suruh membersihkan dan mengatur makanan dari toko toko dalam Festival itu. Ngrokkkk.. ngrokkkk tiba tiba terdengar suara Aneh." Njirr! Kodok! Mana? Mana?" ucap panik Raiyen." Ngrokkkkk.. Mmmm.. Kue Jahe.." Gumaman Lilia yang tertidur akibat mendengarkan Musik." Heh! Kupikir kodok ternyata Ngorok toh! Hehehe.. lucu ya cantik cantik ngorok! Apa perlu aku bikin Vidio? Kan Asik membuat nya Gila, giman nih dia terlihat tertidur pulas, Tapi kita sudah sampai aku ingin menghabiskan waktu bermain dengannya! Tapi dia asik ngorok! Bangun kan tidak Ya.." ujar Raiyen yang kini menyederkan kepalanya di atas kemudi sembari melihat ke arah Lilia yang terlihat tertidur pulas." Mmmmm.. Gemoyy! Jika dia tidur seperti itu pipi nya terlihat Cabi! Aku ingin menyentuh nya apa terasa seperti Yupi atau kapuk?" ucap Raiyen sembari menjulurkan jari telunjuk nya ke arah pipi Lilia namun saat itu juga Lilia terbangun." Ah! Apa kita sudah sampai?" ujar Lilia Sembari mengucak ngucak matanya." Su.. sudah! Kau tidur jadi aku tak enak jika membangun kan mu! Lepaskan jangan mengucak ngucak mata itu bica membuat mata mu merah nanti." ucap khawatir Raiyen langsung menarik tangan Lilia." Begitu ya.. Maaf ya jika membuat mu menunggu.. biasa nya aku tidak bisa tidur karena mengalami Insomnia biasanya aku membutuhkan obat tidur.. karena aku selalu bermimpi Seseorang memegang pisau dan mengancam akan membunuh ku, entah mengapa aku merasa mimpi itu seperti nyata namun setelah bangun Itu hanya mimpi! Aneh bukan? Seperti pernah mengalami nya namun.." ujar Lilia serontak membuat Raiyen terus menatapnya dengan tatapan sedih." Hehehe.. aku jadi banyak bicara ya? Maaf deh! Ayo keluar! Eee? Ngomong ngomong ini dimana?" ucap Lilia sembari melepaskn Headset nya." Maaf.." ucap tiba tiba Raiyen." Eh? Ng..? Anda bilang apa?" ucap Lilia yang tidak mendengar ucapan Raiyen." Maaf.. saat itu aku tidak bersama mu jika saja aku datang lebih cepat dan." Ujar Raiyen sembari memegang tangan Lilia dengan memasang wajah sedih nya." Hehe.. maaf untuk apa? Toh jika aku mengalami mimpi buruk aku punya Davit yang selalu membangunkan nya anda tidak perlu khawatir." Ucap cepat Lilia." Davit.. Walau pun begitu.. aku akan berjanji selama kau ada di dekat ku kau tidak akan mengalami mimpi buruk atau hal yang buruk!" ujar Raiyen dengan wajah penuh semangatnya." Hehehe.. ngomong apa sih, kalau begitu aku akan menantikannya." ujar Lilia. 2 menit kemudian." Kenapa aku harus tutup mata? Kau tidak mau menculik ku kan?" Ujar Lilia." Siapa yang mau menculik waniat cerewet seperti kau si! Diam dan ikutilah." Ucap Raiyen sembari menutup mata Lilia dengan tangan nya." Mmm.. boleh saya bicara? Saya seperti pernah mengalami ini!" ucap konyol Lilia." Hahaha senangnya.. diam jangan membuat ku tertawa dikit lagi akan sampai." Tap.. tap.. tap.. tuk" Nah kita sampaii" ujar Raiyen yang berhenti di depan Toko Lolipop sembari membuka Penutup mata Lilia." ...? Ng.. maaf, jadi maksud tempat spesial mu toko ini?" Ujar Lilia yang melihat di depan nya terdapat satu toko yang berisi Lolipop. Raiyen" Tidak menarik ya? Hmm.. memang sih kau kan sudah dewasa seharusnya aku bawa ketempat Dewasa maaf aku hanya ingin kau.." ujar nya dengan memasang wajah sedih nya. Lilia" Terimakasih!.. Hehe.. saya suka kok, Tempat ini dan toko ini memiliki banyak Arti dari hidup Saya.. sekaligus Bertemu dia! Teman pertama ku, Sayang nya Foto bersama nya Hilang dan Aku juga Lupa namanya! Andai saja aku masih memiliki foto itu." ujar Lilia sembari tersenyum menyentuh permen permen itu. "Ini! Foto itu kan?" Jreng! Tiba tiba Raiyen menunjukkan Foto yang pernah Ia temui Saat Di SMA Bimasakti, saat Lilia pernah menjatuhkan Dompetnya dan Raiyen sengaja mengembalikan dompet itu dan mengambil fotonya." Eh? Ini? Hahahaha.. syukurlah ketemu, kau dapat dari mana? Dan kenapa bisa ada di kau?" ucap senang Lilia langsung mengambil foto itu yang di pegang Raiyen." Karenaa.. aku pria dalam foto itu! Aku pria kecil Ingusan Yang tersesat di hari perayaan besar besaran Festival itu, saat itu aku pertama kali pergi dari rumah untuk bersenang ssnang namun tak di sangka aku kehilangan orang tua ku dan tersesat di situ! Di samping toko Lolipop ini! Waktu itu aku merasa aku sangat takut namun tiba tiba muncul suara kecil pemberani dan tangan mungil yang terlihat Kokoh, Ia menuntunku Keluar Dari Rasa ketakutan itu.. semenjak saat itu aku terus datang kesini dan tidak pernah bertemu kau kembali setelah umur ku 8 tahun aku baru tahu kau pindah ke Canada dan aku mulai kesepian kembali, hari hari ku kuhabiskan hanya untuk berharap kau kembali dan bermain bersama ku di Festival ini sembari bergandengan Tangan, Aku.. Raiyen Lili ! Bukan kah kau dulu Lili kecil yang berusia 5 tahun tak menyangkak kita bertemu kembali di depan Toko ini juga!" Grep! ucap Raiyen dengan senyum mirisnya tiba tiba mendapatkan pelukan hangat Dari Lilia.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD