Setelah beres ngurus administrasi Yuda masuk keruangan dimana Hana dirawat.Dia membuka pintu pelan dan melihat Hana duduk sambil menangis, Yuda heran kenapa menangis lg apa ada yg sakit lg bukannya tadi sudah diperiksa cuma luka ringan. Ah mungkin Dia memang cengeng aja batin Yuda membela diri lg.
"Hobi banget mewek gak usah drama terluka parah ya"
Hana berhenti menangis kemudian mendongakkan kepala mencari asal suara.
"kalau mau marah marah kamu keluar aja udah nabrak orang bukan minta maaf malah sombong menyalahkan"jawab Hana ketus.
"kamu sendiri yg sembarangan bawa motor menuhi jalan"
" kok aku, aku kan yg jalan duluan ya kamu harus ngalah lah.asal kamu tau ya aku itu lagi bawa opor ayam buat ibu Bos aku dari Nenek, gara gara kamu srempet motor aku Opornya jd tumpah,Nenek udah bangun pagi pagi buat masak itu opor malah terbuang gara gara kamu. Eehh... ngomong ngomong motor aku dimana? bilang sekarang jg dimana motor aku ?"
tiba tiba Hana bangun mau turun ranjang mencari motornya membuat Yuda reflek memegang pundak Hana menghalangi.
"heh cewek aneh mau kemana kamu?"
"iiiih...jgn sembarangan pegang bukan muhriim lepaaas....!"
"diem cerewet..!!"
karena Hana menarik kuat tubuhnya dari Yuda malah bikin Yuda kehilagan keseimbangan kakinya dan jatuh menimpa Hana mereka berdua terjatuh diranjang setengah badan dan kaki mereka menggantung dipinggir ranjang
posisi yg sangat intim dan romantis bagi orang lain yg salah paham melihatnya.
Cup..
tanpa sengaja bibir mereka saling bersentuhan karena jatuh bersamaan Hana terdiam kaget dengan membuka mata lebar,jantungnya melompat didalam ini pertama kalinya bibirnya tersentuh orang lain bahkan seorang laki laki yg tak dikenal dan bahkan dia tak sadar dadanya jg menempel sempurna dengan d**a Yuda.
Yudapun terdiam kaget jg setelah 5thun bibirnya tak merasakan manisnya ciuman,5tahun lalu dia bahkan kecanduan berat bibir manis mendiang istrinya Yurisa Manan.Yuda merasakan sesuatu yg empuk menempel dadanya dgn suara genderang perang saling bersautan dengan suara dalam dadanya dugdug dug dug dugdug duug.....hinga mereka terkagetkan oleh suara cetar yg siap mengupas mereka habis
"YUDAAA.....APA YG KAMU LAKUKAN?!"
Yuda yg sadar langsung bangun dari atas tubuh Hana,tapi Hana tetap bengong dia masih kaget dgn kejadian tindih tindihan dan first kissnya sangking degdegannya dia kembali pingsan.
Bu Nindi yg geregetan langsung menjewer keras telinga kanan Putra Sulungnya dan menariknya dengan geram
"dasar Duda mesum...Mama jodohin sm gadis beberapa kali selalu nolak sekarang malah main nyosor anak orang yg blm halal"
"aduuh Maa... Sakit Ma Yuda gak sengaja Ma"
" Apanya yg gak sengaja jelas jelas kamu yg nindih Hana diatas ranjang"Bu Nindi Semakin menarik telinga Yuda.
"aduh Bu tenang dulu itu si Hana teh pingsan lg" kata Bi Asih Bibinya Hana yg datang bersama Nenek
"iya Bu kasihan Den Yuda yg udah nolongin malah dijewer begitu"bujuk Nek Sumi
*
Setelah Hana diperiksa ulang dokter mengatakan dia hanya kaget saja sebentar lagi pasti sadar.Bu Nindi Bi Asih dan Nenek Sumi merasa lega hilang rasa hawatir mereka,selang tak berapa lama Hana Sadar kembali dia kaget dan bingung bagaimana Bu Nindi Bibi dan jg Neneknya bisa datang kesini.
"Neneek..."
"kamu sudah lebih baik sekarang?" tanya Nek Sumi Hana mengangguk.
"Bu Nindi Bibi... Gimana kalian tau Hana ada disini?"tanya Hana penasaran
"Iya tadi Yuda yg telp Ibu kasih kabar kamu mengalami kecelakaan dan dirawat disini"
"oh jadi Ibu kenal laki laki ini?"
"ya iya lah mana ada emak gak kenal anak sendiri"serobot Yuda dgn nada kesal,Bu Nindi melototkan mata lebar mengintruksi Yuda untuk diam.
"iya Dia putra sulung Saya,maaf ya kalau dia kasar dan kurang ajar sama kamu maklum duda kesepian dan kurang perhatian"ucap Bu Nindi sambil tersenyum membuat Hana malu dan pipinya jadi merah merona teringat adegan first kiss yg kecolongan oleh Yuda
"Siapa yg kurang ajar sih Ma....Yuda udah bilang nggak sengaja tadi,cewek aneh ini yg main mau kabur aja...huh baru jg ciuman udah pingsan gimana kalo malam pertama masuk UGD kali ya"balas Yuda dengan sengaja untuk mengejek Hana tapii..
"Aaaaa,,,, aduh Ma Sakit..."Bu Nindi mencubit pinggang Yuda kesal anaknya bicara frontal tanpa malu didepan Bibi dan Neneknya Hana
"Makanya kalau ngomong pikir pikir dlu,bikin malu aja"jawab Bu Nindi dgn nada kesal.Bi Asih Nek Sumi tersenyum melihatnya bagi mereka lucu,Hanapun ikut tersenyum dia merasa puas dapat pembelaan dari Bu Nindi benar benar calon mertua idaman Upsss......
**
Hana sudah boleh pulang karena memang hanya luka ringan.Hana diantar Yuda dan duduk di jok mobil belakang bersama Neneknya,dia menidurkan kepalanya dipundak Neneknya dan dengan lembut Nek Sumi mengelus kepala Hana penuh kasih sayang
"Maaf Hana udah buat nenek hawatir"
"udah yg penting kamu baik baik saja sekarang Nenek sudah senang"jawab Nek Sumi Hana mengangguk lalu memejamkan mata mencoba tidur
Yuda sebentar bentar memperhatikan Hana dari kaca depan,ternyata dia Cantik dengan bulu mata yg panjang dan lentik hidung sedikit mancung pipi agak chabi dan....Bibir mungil yg Sexy.Yuda menggeleng gelengkan kepala menolak pikiran liarnya dengan rasa manis bibir Hana yg tak sengaja dia cium tadi.aaaah Sial
Sedangkan Bi Asih satu mobil dengan Bu Nindi saling berbincang,Bu Nindi menanyakan banyak hal tentang kehidupan Hana dia sudah bertekat bulat untuk menjodohkan Hana dengan putranya.
Sudah beberapa kali Bu Nindi menjodohkan putranya,dengan putri temannya yg seorang model,ada yg dr polwan jg, dengan Guru Manami disekolah,dengan putri rekan kerja suaminya dan alih alih semuanya gagal tak satupun yg bisa membuat Yuda tertarik yah lebih tepatnya Yuda masih terlalu mencintai Yurisa mendiang istrinya yg meninggal saat melahirkan yg lebih menyedihkan calon bayinya ikut tak terselamatkan.
Hana adalah pilihan terahir Bu Nindi satu satunya gadis berjilbab yg mau dia jadikan menantu gadis manis ramah dan rajin ini benar benar membuat Bu nindi ingin meminangnya sebagai menantu idaman.
"Ya Ampun jadi Hana dri bayi blm pernah melihat Ibunya ya mbak?kasihan sekali... tapi Alhamdulillah dia masih selamat.dulu almarhumah istri Yuda jg meninggal dan bayinyapun jg tak tertolong kami sekeluarga benar benar sedih waktu itu mbak"Ucap Bu Nindi dgn mata berkaca kaca menahan air mata.
"Iya atuh Bu dan Ayahnya jg meninggal pada saat dia berusia 10tahun karena menyelamatkan bayi tetangga dr kebakaran yg ahirnya mnjadi yatim piatu jg,dan sekarang jd adik angkatnya si Hana"jelas Bi Asih
"MasyaAlloh malang sekali anak ini" Tangis Bu Nindi pecah batin seorang Ibu membayangkan bayi menjadi yatim piatu
Hallo Guys apa kabar
Semoga episode 2 ini ceritanya lebih menghibur kalian semua ya
Bersambung....