Chapter 10

1348 Words

Part 10 Jebakan Bira “Ya ampun, kenapa sampai tunggu bengkak begini baru dibawa ke sini?” Bira memperhatikan kaki Budi yang memang benar-benar membesar. Ini bukan sekedar pijat, ia harus benar-benar harus hati-hati, dan juga pelan dalam mengobati kaki suami Citra. “Iya nih, Bar. Kata saya juga langsung ke Bira aja, tapi Citra nggak nurut. Akhirnya salah deh nih.” Pria itu meringis saat merasakan linu pada kakinya. Wanita bernama Citra hanya bisa terdiam dan menunduk kikuk. “Nggak papah. Saya coba obati pelan-pelan. Cuma ini kayaknya nggak bisa satu atau dua kali sembuh.” Bira memegang wajah Budi, lalu berpindah pada kepalanya. Tepatnya memegang ubun-ubun Budi. “Hawanya panas. Apa Mas Budi jatuh di dekat pohon?” Lelaki bernama Budi itu mengangguk pelan. Dari mana Bira tahu ia jatuh di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD