Setelah melihat Diva dan teman-temannya pergi dengan wajah syok dan bingung, Arina lalu melepaskan bibir Adam dengan wajah malu-malu. Dia sendiri tidak menyangka bakal melakukan ini pada Adam. Keinginan itu datang tiba-tiba. Yaitu saat melihat Diva dan teman-temannya. Arina hanya ingin menunjukkan pada Genk cewek itu kalau Adam adalah miliknya dan jangan didekati lagi. Melihat Arina yang malu-malu setelah menciumnya, Adam tersenyum geli. "Kamu iti kenapa? Kesambet?" "Ih, kakak bicara apa sih? Bukannya senang dicium malah bilang kesambet." "Kakak tentu saja senang. Karena itu kakak tanya apa yang membuat kamu dadakan cium kakak?" Arina mendekat pada Adam dan kemudian berbisik. "Karena aku mau membuat Diva tahu siapa kakak. Kakak tau 'kan dia tadi ada disini?" Adam mengangguk. "Iya kaka

