Bruk! Tiba-tiba Tuan Kin menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur Raihana yang empuk. Tentu saja itu membuat Raihana melotot kesal. “Mas ini apa-apaan? Kok tidur di sinl?” Tuan Kin menoleh pada Raihana. “Seperti yang kamu lihat, aku tidur di sini. Kamu tau, ternyata tempat tidurmu sangat nyaman. Di tambah lagi kalau aku bisa memeluk kamu di sini. Jadi lebih nyaman lagi.” “Apaan sih? Pulang sana!” Tuan Kin menggeleng santai. “Tidak!” “Pulang ah!” “Tidak ah!” “Aku mau semalam saja tidur di kamarku sendiri!” “Aku juga mau semalam saja tidur di kamar kamu.” Raihana geram karena Tuan Kin terus saja mengikuti apa yang dikatakannya. Raihana seperti ingin mencekik saja. Karena tidak mungkin mencekik Tuan Kin, Raihana langsung berdiri dan kemudian menarik tangan Tuan Kin. “Ayo berdiri!”

