"Nah, itu jemputan kamu, Hana," ucap Tari begitu melihat Mobil Tuan Kin. Dia mengatakan itu sambil tersenyum pada pria yang duduk di depan kemudi. Pria yang tak bukan adalah suaminya. Raihana menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Tari. "Eh, iya. Kalau begitu aku pulang duluan ya. Mau main ke rumahku apa tidak Tar?" Tari menggeleng. "Tidak." "Kenapa? Kamu 'kan bisa pulang bareng suami kamu nanti." Tari tersenyum. Dia sadar betul kalau dia tidak boleh terlalu sering bermain ke rumah Raihana jika Tuan Kin sudah pulang. Takutnya akan menghalangi Tuan Kin mendekati Raihana. "Tidak. Aku sudah ingin istirahat. Aku sudah ingin membaringkan tubuhku. Jadi aku ingin cepat pulang, Han." "Oh, begitu. Ya sudah kalau begitu. Aku pulang ya. Daaa..." "Daaaa..." Sementara Raihana melangkah mendekati mo

