Tuan Kin baru saja masuk ke dalam mobil ketika ponselnya berdering. Nama Dokter Safitri muncul di layarnya. “Halo,” “Kin, bagaimana? Hana ketemu?” “Ada. Dia dengan kakak angkatnya.” “Oh, syukurlah. Apa kamu hendak menjemputnya sekarang?” “Belum. Kakak angkatnya memintaku nanti malam jam delapan menemuinya. Bukan memberikan Raihana, tapi meminta penjelasanku.” “Kenapa begitu? Apa kakaknya tidak percaya kalau kamu tidak bersalah?” “Bukan tidak percaya, tapi dia ingin mengetahui dulu kebenarannya. Kakak angkatnya itu sangat menyayanginya. Aku tidak akan semudah itu mengambil Raihana darinya jika dengan cara baik-baik.” “Apa aku bisa ikut? Aku bisa membantu menjelaskan kepada kakak angkatnya itu.” “Jangan. Biar aku saja dulu. Siapa tahu saja berhasil. Jika tidak berhasil juga, baru a

