Penyamaran Yang Sempurna

1258 Words

'Adam menyukaimu. Dia yang mengatakannya langsung kepadaku waktu masih berada di Jerman.' 'Hana, kamu dengar ya. Meskipun hari ini kamu bebas dari rumahku, tapi kamu tidak akan bebas dari cengkramanku.' Dua kalimat dari Tuan Kin itu, begitu terngiang di benak Raihana. Kalimat yang menegaskan bahwa pria yang dianggapnya kakak, ternyata mencintainya dan kalimat yang menyatakan bahwa meskipun dia sudah bebas, Tuan Kin tetap tidak akan pernah melepaskannya. Raihana syok mendengar itu. Raihana mengambil duduk kembali di tepi tempat tidur. Awalnya dia bersuka cita akan pulang ke rumah. Bisa kumpul bersama ayah dan nenek. Tapi sejak kedatangan Tuan Kin beberapa menit lalu, rasa suka citanya memudar. Dan kini hanya menyisa muram saja. "Hana!" Panggil Ibu Asih di bingkai pintu. Raihana terhen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD