Alhamdulillah, diizinkan

1125 Words

Mendapat pertanyaan itu, Raihana langsung bergerak memakai kain segitiganya lagi. Setelah itu rok dia turunkan dan terakhir menarik selimut. "Tidak mas. Punyaku masih pedih." Lalu memejamkan matanya bersiap untuk tidur. Tapi Tuan Kin tidak menyerah. Dia lalu berbaring di depan Raihana dan wajahnya di depan istrinya tersebut. "Ayolah Hana! Masak suami tampanmu ini ditolak? Memangnya kamu semalam tidak menikmati sama sekali?" Raihana membuka matanya. "Menikmati sih, sedikit. Tapi pas bagian yang mas masuk, sakitnya luar biasa." "Lalu mana yang membuatmu paling menikmati? Aku akan melakukannya lagi." Blezzz. Wajah Raihana langsung merona merah. Haruskah dia mengatakannya? "Aku tak bisa mengatakannya." Raihana berbalik. Kini dia membelakangi Tuan Kin. Tapi Tuan Kin belum menyerah. Dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD