Raihana membisu mendengar penjelasan Tuan Kin tentang kemesraan antara suami dan istri. Ya, dia tahu kalau suami istri bermesraan mendapatkan ganjaran yang besar, bahkan saling menggenggam tangan saja sudah menggugurkan dosa-dosa. Tapi, ada tapinya ya. Itu buat suami istri yang saling mencintai satu sama lain. Beda kasus dengan dirinya dan Tuan Kin. Dari awal, dia tidak menyukai Tuan Kin. Bukan hanya tidak suka, tapi lebih dari itu. Dia membenci Tuan Kin yang sok ganteng, sok kaya, sok gagah, dan semena-mena itu. Dia sendiri sudah menolak berkali-kali, tapi tetap Tuan Kin saja masih mengejar-ngejar dirinya. Jadi, Tuan Kin tidak bisa protes apalagi pakai menasehatinya dengan membawa-bawa ucapan Tuhan. "Itu tidak berlaku untuk kita," jawab Raihana kemudian, dengan tatapan tak suka. "Kenap

