"Ka-kamu!" Teriak Jenny tertahan. "Ya, ini aku, nona." Jenny menggeram. Dia benci pada dirinya sendiri. "Ah! Sial! Kenapa bisa kamu?!" Cepat-cepat Jenny memakai dressnya kembali. Tapi Cakra yang sudah terlanjur melihat tubuh indah Jenny yang hanya tertutup bra dan kain segitiga, tentu tak akan membiarkan dirinya kehilangan tempat pelampiasan. Bukan apa, efek obat yang telah dia minum sangatlah menyentak dan tidak bisa dia kendalikan. Ini sudah di luar batas kemampuannya. Cakra tidak akan bisa mengendalikannya hingga beberapa jam ke depan. Menyalurkannya adalah satu-satunya cara untuk bisa menghilangkan pengaruh obat itu. Jenny masih sibuk berusaha memakai dress seksinya saat ini. Karena dia agak panik, dress itu teras licin untuk dikenakan. Selalu melorot ke bawah. Jenny pun terpak

