Sebenarnya Dia Siapa?

1428 Words

"Nasi goreng lagi, kak?" sapa Arina begitu tiba di meja makan. Dia melihat Adam sedang menaruh dua piring nasi goreng ke atas meja makan. Adam menoleh dan tersenyum kecil. "Iya, kakak lagi malas mau masak yang macam-macam. Nanti sore kita pesan makanan saja ya?" Arina mengangguk. "Oke." Arina lalu memperhatikan wajah Adam yang sedang mengambil duduk di depannya. Adam yang menyadari itu, langsung membalas tatapan Arina dengan tatapan lekat. "Apa yang kamu lihat? Apa wajah kakak pagi ini semakin tampan?" Arina menipiskan bibir. "Ge-er. Aku ini sedang memastikan apakah kakak masih marah atau tidak?" Kening Adam mengerut. "Memangnya kakak sedang marah?" Arina mengangguk. "Iya. Semalam 'kan kakak marah? Iya 'kan? Waktu sebelum tidur itu lho kak?" "Itu bukan marah tapi kesal." "Kesal ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD