Bagai tersambar petir Raihana mendengar itu. Terlebih Tuan Kin. Pria itu tidak menduga kalau Dokter Safitri akan menjawab seperti itu. "Apa? Ca-calon istri suamiku?" tanya Raihana agak terbata. Saat ini hatinya seperti tercabik-cabik. Sakit sekali. Dokter Safitri mengangguk dengan tersenyum. "Iya, sepertinya kita harus lebih dekat, ya. Kita ini 'kan bakal jadi calon kakak beradik." Mendengar itu, Tuan Kin melepaskan pelukan tangan Dokter Safitri di pergelangan tangannya. "Kamu itu bicara apa sih, Fit? Bagaimana bisa kamu bilang ke istriku kalau kamu calon istri keduaku?" Fitri balas menoleh pada Tuan Kin. "Ya elaa Kin. Aku cuma bercanda. Aku hanya ingin tau seperti apa perasaan istri kamu ke kamu. Itu saja. Dan sekarang sepertinya aku sudah tau. Istri kamu ada rasa cinta kok sama ka

