Cakra tiba-tiba menghentikan langkahnya, menggeram, dan menoleh. "Maksud kamu apa menanyakan itu?!" Tanyanya dengan nada tinggi. Raihana menggigit bibirnya. "Aku fikir...anda menyukai Tuan Kin..." Cakra mengepalkan jemarinya dan rahangnya mengencang. "Aargh kamu ini..." Raihana langsung mengatupkan bibirnya. Dia tahu Cakra sedang sangat kesal kepadanya dan siap untuk meluapkan kemarahan. Dan memang kenyataannya seperti itu. Emosi Cakra sudah di ubun-ubun. Tapi dia malah menghela nafas untuk menetralkan amarahnya. Dia harus selalu ingat dengan ucapan Tuan Kin yang mengatakan bahwa Raihana adalah gadis berusia 18 tahun dan sedang nakal-nakalnya. "Jangan bertanya apapun lagi jika kamu tidak ingin aku buat jadi perkedel!" Akhirnya itu yang terucap dari bibir Cakra. Dan itu cukup membua

