"Mas Adit," lirihku. "Hildan lepasin aku!" Kudorong tubuh Hildan hingga tersungkur. Mata ini terus menatap pada Mas Adit. Di belakang dia juga ada Ilham. Sial …. Buk! Buk! Buk! Tiga kali Mas Adit melayangkan tonjokan untuk Hildan. "Kamu! Detik ini juga kujatuhkan talak tiga!" pekik Ilham. "Jangan pernah injakan kaki di rumah atau pun klinik ini lagi!" tegas Mas Adit. "Ini nggak kaya yang Mas Adit lihat! Ini salah paham," kelitku. "Nggak usah banyak berkelit! Kamu pikir aku bodoh!" Ilham menimpali penuh emosi. Gagal semua usaha untuk mendekati Mas Adit. "Sudahlah, akui saja kalau kita memang berselingkuh," ucap Hildan dengan santainya. "Bawa perempuan murahan ini bersamamu. Akan ku-urus surat cerai untukmu!" ucap Ilham mendorong tubuhku pada Hildan. "Aku kira meski kamu

