Pagi itu Aikawa sedang bekerja di dapur menyiapkan sarapan bagi para prajurit. Riki baru saja terbangun dengan kepalanya yang terasa begitu pusing dan berat. “Eh, anda sudah bangun Tuan? Tidur nyenyak tadi malam?” “Ya… SIAL!” Riki sedikit menggerutu menyadari dirinya mabuk tadi malam, padahal dia belum pernah mabuk sepanjang minum. “Ada yang harus kulakukan.” “Oh, apa yang hendak anda lakukan?” Riki tidak menjawab dan hanya berlalu begitu saja. Ia menuju kamar Taiki, di depannya tidak ada penjaga, seperti biasa Taiki selalu menyuruh penjaganya pergi kalau hendak melakukan kegiatan rutinnya bermantap tancap agar tidak ada yang mendengar. Ketika membuka pintu kamar, Riki mendapati bandot tua keladi itu masih sedang tertidur dengan sangat lelapnya. Ia nampak begitu kelelahan setelah berm

