"Mohon perhatian. " Suara dari pria bertoxedo putih menarik perhatian para tamu. Ratusan pasang mata kini mengarah ke Ian yang begitu tampan dan mahal malam ini. Prestisius seorang billyoner pewaris kerajaan perusahaan Silver Grome terpancar dari seluruh tubuhnya. Ian mulai mengambil microphone dan menarik perhatian para tamu. Dia menarik sedikit sudut bibirnya ke atas sehingga semakin mengesankan. Desahan kagum para gadis yang hadir pun terdengar jelas akibat buaian kharisma sang alpha. Sayangnya mereka tau jika pria berferomon memikat ini sudah memilih gadis yang ia cintai. Emma semakin bersemangat akan kemunculan Ian di tengah Lounge. Sikapnya, tatapannya, gerak gerik yang anggun tidak membiarkannya menoleh ke arah lain. Emma semakin melayang tak kala Ian memandangnya dengan serin

