Obat

1122 Words

"Aku harus kembali ke kamar, " guman Elbri yang berlinang air mata. Dia menatapkkan kakinya dan langsung terjatuh karena kakinya begitu lemah. Terpaksa dia menyeret tubuhnya menaiki tangga dengan merangkak. Sret. "Ugh, sakit..." Elbri meringis merasakan kulitnya yang terluka harus bergesekan dengan lantai. Sejengkal demi sejengkal Elbri lalui. Yang pada akhirnya, Elbri berhasil tiba di kamar walaupun dengan cara merangkak. Dia terpaksa melakukannya karena takut menjadi korban cambukan Arash lagi. Meski tubuhnya begitu tak bertenaga setelah mendapat siksaan dari Arash, Elbri enggan tinggal di ruang bawah tanah lebih lama lagi. Tanpa memperdulikan kulitnya yang terluka, dan tenaganya habis--dia memaksakan tubuhnya menuju ke kamar. Rintihan kecil keluar saat kulitnya bersentuhan dengan a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD