Before The Flower Blooms

2497 Words

"Mbak, sudah tidur?" Danisa baru saja selesai mengoleskan krim malam di wajahnya, menoleh ke arah pintu kamar. "Baru mau akan. Kenapa?" Cempaka segera masuk, mumpung belum diusir, pikirnya. Gadis itu senyum-senyum, duduk di pinggir ranjang, menghadap kakaknya yang masih duduk di bangku depan meja rias. "Mbak, aku mau tanya, tapi jangan marah, ya?" "Tergantung pertanyaannya dong!" Si gadis yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan terbahak, ia buru-buru menutup mulut dengan kedua tangannya. Saat itu sudah pukul setengah dua belas malam. Lampu-lampu di lantai bawah sudah dimatikan. Akung Wiratama dan Oma Indri langsung tidur saat tiba di vila, begitu pula dengan Atalla. Cempaka mengendap-endap naik ke lantai atas, menemui kakaknya, juga Gio yang masih menonton channel sport di r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD