One Step Closer 3

2035 Words

Malam itu Danisa tidak bisa memejamkan matanya. Menyesali kepala yang telah lancang mengangguk menyetujui keinginan Erik. Apa-apaan sih, Nisa? Kamu belum mau menikah lagi, tapi mau diajak kenalan sama keluarganya. Itu kan sama saja! Tapi sebaik-baiknya sebuah hubungan kan yang diketahui dan disetujui keluarga dua belah pihak. Perkara jodoh, menikah, itu urusan belakang. Dua sisi pikirannya ribut bukan main. Berdebat, mengemukakan pendapat masing-masing, mirip dengan dirinya dan Erik. Seperti Tom and Jerry, kalau Oma Indri bilang. Tangannya bergerak meraba nakas dan mengambil ponselnya. Menekan tombol data internet. Adrian telah membalas pesannya. Adrian : [Iya, maaf aku nggak langsung kasih tau kamu.] Danisa : [Hasilnya apa?] Baru mau menutup ruang obrolan dengan Adrian, dering te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD