Malam itu Danisa tidak bisa memejamkan matanya. Menyesali kepala yang telah lancang mengangguk menyetujui keinginan Erik. Apa-apaan sih, Nisa? Kamu belum mau menikah lagi, tapi mau diajak kenalan sama keluarganya. Itu kan sama saja! Tapi sebaik-baiknya sebuah hubungan kan yang diketahui dan disetujui keluarga dua belah pihak. Perkara jodoh, menikah, itu urusan belakang. Dua sisi pikirannya ribut bukan main. Berdebat, mengemukakan pendapat masing-masing, mirip dengan dirinya dan Erik. Seperti Tom and Jerry, kalau Oma Indri bilang. Tangannya bergerak meraba nakas dan mengambil ponselnya. Menekan tombol data internet. Adrian telah membalas pesannya. Adrian : [Iya, maaf aku nggak langsung kasih tau kamu.] Danisa : [Hasilnya apa?] Baru mau menutup ruang obrolan dengan Adrian, dering te

