30

1511 Words

“Nggak bisa nih kayak gini,” seru Riski kesal saat turun dari tangga. Ia masih berada di kediaman keluar Hamis, enggan pulang ke kosan. “Nggak bisa tidur, Ya Allah.” “Kenapa, Bang ?” tanya Hamis yang berada di ruang tengah. Lelaki setengah abad itu duduk sambil main game di ponselnya. “Itu loh pi, yang udah nikah. Ribut amat, padahal masih sore.” “HAHAHA,” Hamis tertawa puas mendengar gerutuan Riski. Fajar datang dari dapur dengan membawa satu bungkus keripik pisang. “Bangun juga lo !” seru Fajar lalu duduk di lantai depan sofa dan menyalakan televisi. “Kirain lo tidur kayak orang mati. Ribut amat diatas, astaghfirullah.” Fajar sudah lebih dulu bangun, Ia tidak tahan ada sedikit suara bising pun saat tidur. Hamis lagi-lagi tertawa kencang, Ia mematikan ponsel nya dan ikut menyemil ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD