RED - 24 : Gossip

1093 Words
Kerusakan 24 . Sudah hampir sebulan sejak kejadian menggemparkan di sekolah yang melibatkan Loqestilla, Neuri, dan juga Duke of Clemente. Meskipun hari itu terkesan sangat heboh, tetapi hari-hari setelahnya malah tidak ada sama sekali masalah berarti. Loqestilla mengajar dan bekerja di ladang seperti biasa, Neuri menjalani kehidupannya sebagai tuan tanah, dan orang-orang di Lunadhia juga tidak banyak bertingkah atau merecoki tuan mereka dengan berbagai pertanyaan. Seolah, tidak ada sesuatu yang pernah terjadi. Malah, terkesan lebih tenang dan sepi. Loqestilla bahkan tidak menyangka jika Duke of Clemente benar-benar menyerah padanya. Rowland Rathmore Lubbock yang terkenal gigih dalam mengejar wanita, yang biasanya tidak kenal menyerah bahkan setelah orang yang diincarnya memiliki suami, ternyata bisa dibungkam hanya dengan sekali gertakan. Hanya dengan pengakuan Neuri, pemimpin Clemente itu sudah menyerah begitu saja. Bagaimana bisa? “Aneh sekali,” celetuk Loqestilla di sela-sela aktivitasnya menyirami tanaman di balkon kamar Neuri pada sore yang mulai berwarna kemerahan. Air di ember kayu sudah habis, ia pun meletakkan gayung bergagang panjang ke dalam ember yang kosong. Sementara itu, seraya menikmati camilan sore dan teh hangat, Neuri tampak khusyuk duduk di kursi putih berkaki ulir. Sebuah koran pagi yang belum sempat dibaca sampai sekarang, ada di pangkuannya. “Mungkin dia memang tidak benar-benar menyukaimu, Miss Loqestilla,” celetuk Neuri menanggapi rasa penasaran Loqestilla yang tiada henti sejak kemarin. Loqestilla pun tertawa kecil. “Mungkin memang seperti itu, Milord. Sepertinya saya memang kurang berharga.” Neuri mengangguk-angguk saja, meskipun dalam hati sedang membatin jika Miss Loqestilla sebenarnya tidak pernah tidak berharga. Rubah betina di hadapannya ini punya pesona yang kuat untuk menarik hati orang lain, jadi mana mungkin dianggap kurang berharga. Diam-diam, Neuri berpikir jika Duke of Clemente mungkin sedang merencanakan sesuatu yang lain, atau mungkin duke tersebut hanya ingin bersikap hormat mengingat dulu keluarga mereka pernah dekat. Dengan alasan-alasan seperti itu, bisa saja Rowland memang sengaja mundur untuk mendapatkan Loqestilla. Atau mungkin, sudah ada wanita lain yang lebih menarik hati, sehingga dengan mudah Loqestilla bisa terlupakan. Neuri menghela napas. Mengapa ia berpikir sejauh ini, apa gunanya. “Miss Loqestilla tidak perlu banyak memikirkan hal-hal demikian. Urus saja anak-anak di sekolah, mereka sepertinya sudah mulai ketergantungan pada Anda.” Meskipun nada bicara Neuri sedikit terdengar menyindir, tapi Loqestilla menanggapinya dengan tawa yang lepas. “Mengapa Anda begitu marah ketika saya memperhatikan anak-anak didik saya? Mereka semua lucu, dan mereka mandiri. Tidak ada yang ketergantungan dengan saya.” Neuri memutar bola matanya. Di hadapan orang lain, ia tidak mungkin berani memutar bola mata, tapi jika sudah bicara seperti ini dengan Loqestilla, ia bahkan bisa mengeluarkan berbagai ekspresi yang tidak disangka-sangka. “Mereka terlalu bergantung pada Anda. Bahkan di hari minggu, mereka tetap mencari Anda ke sini.” “Mungkin mereka menyayangi saya?” “Ya, tapi rumah saya bukan tempat bermain. Lain kali carilah tempat yang lain.” “Tapi Lord Neuri sendiri yang malah menyediakan camilan untuk mereka.” “Aku tidak mungkin tega membiarkan mereka kelaparan.” Loqestilla menyeringai lebar. “Baiklah, saya percaya. Lain kali, biar saya ajak mereka main ke hutan saja.” Dengan cepat Neuri menyela. “Tidak boleh! Di sana berbahaya, Miss Loqestilla. Jangan bertindak sembrono.” Sebenarnya Loqestilla ingin tertawa menjadi-jadi melihat reaksi Neuri yang begitu lucu, tapi ia menahannya sekuat hati dan hanya memberi senyum kecil. “Baik, Milord.” Setelah itu, ia mengambil ember kayunya, dan membawanya keluar dari kamar Neuri. Sang tuan rumah yang akhirnya sendirian, mulai kembali mengalihkan pandangan ke koran yang masih lunglai tak terjamah di pangkuannya. Di suatu halaman, ada sebuah judul besar yang menarik hati, di sana tertulis: PESTA PANEN RAYA DI WILAYAH DUKE OF CLEMENTE SEBENTAR LAGI. SEMUA ORANG DIUNDANG. DATANG DAN MERIAHKAN. Jadi, Duke of Clemente akan menyelenggarakan sebuah pesta panen besar-besaran? Neuri pikir, mungkin karena hal ini, kepala keluarga Lubbock itu tidak lagi mengurusi hasratnya yang menggebu-gebu pada Loqestilla. Masuk akal. “My Lord.” Tiba-tiba sebuah suara memanggil dari belakang. Neuri menoleh, seorang butler datang padanya dengan sebuah surat di tangan. “Surat undangan?” tanya Neuri. Butler tersebut mengangguk usai memberikan amplop kepada majikannya. Neuri membuka amplot berstempel lilin dengan menyobek ujungnya menggunakan pisau kecil yang juga diberikan butlernya. Ketika ia selesai membaca tulisan di sana, matanya menyimpit, seolah curiga dan keheranan. “Undangan pesta panen raya, tujuh hari tujuh malam?” Butler tinggi yang masih muda itu pun menjawab, “His Grace mengundang banyak sekali bangsawan dalam pesta panen kali ini, bahkan bangsawan di luar Kerajaan Norland pun beberapa menjadi tamunya. Kemungkinan karena hasil panen sedang melimpah, selain itu, beliau juga akan melangsungkan pesta pertunangan di hari-hari tersebut.” Neuri mengernyit dalam. “Pesta pertunangan? Dengan siapa?” “Dengan seorang anak gadis Marquis of Sixelm. Saya dengar, Marquis tersebut sedang bangkrut, dan Duke of Clemente menjanjikan banyak imbalan untuk putri Marquis yang dipinangnya.” “Putri Marquis of Sixelm yang mana?” “Yang terakhir, anak dari istri ke dua His Lordship.” Neuri mengingat-ingat, pernakah dia bertemu dengan anak terakhir Marquis of Sixelm yang paling muda? “Ah, yang berambut merah?” tanya Neuri kemudian. Butler muda tersebut mengangguk. “Benar, Milord.” Entah mengapa, perasaan Neuri tiba-tiba terasa mendung. Dalam ingatannya, tergambar dengan jelas wajah putri terakhir Marquis of Sixelm yang masih muda dan ceria. Gadis itu memiliki rambut sangat merah, mirip ibunya. Meskipun tidak semerah surai milik Loqestilla, tapi rambut putri terakhir Marquis of Sixelm banyak menjadi pembicaraan orang-orang. Di sekitar Lunadhia hingga wilayah Duke of Clemente, cukup jarang yang memiliki rambut merah. Sehingga wajar jika pemilik warna rambut tersebut terkesan unik dan menarik. Selain itu, karena putri terakhir Marquis of Sixelm memiliki tubuh yang cukup kecil, gadis itu jadi terkesan imut dan awet muda di usianya yang mencapai dua puluh tahun. Tingginya mungkin hampir sama dengan Loqestilla, hanya sekitar 150 sampai 155cm. Jika gadis itu dijejerkan dengan Loqestilla, mungkin orang-orang akan menyangka bahwa mereka berdua adalah saudara sedarah meskipun wajah mereka cukup berbeda. Tapi, siapa yang peduli dengan bentuk muka, mereka sama-sama memiliki senyum manis yang meluluhkan hati. Benar-benar mirip. “Sangat mirip.” Tanpa sadar, Neuri menggumam pelan. Surat di tangannya tidak sengaja dicengkeram erat. “Sangat mirip,” ulangnya. Neuri pun mengambil napas sangat panjang. Matanya yang coklat memandang lurus ke sisi taman. Tanpa sengaja, ia melihat Loqestilla yang sedang menyirami bunga-bunga bersama Opal. Dipandanginya terus menerus bagaimana Loqestilla bertingkah, dan tiba-tiba jantung Neuri seakan berdetak semakin cepat, dadanya seolah sesak. Entah mengapa, perasaannya menjadi sangat tidak enak. Seolah-olah, ketenangan selama sebulan ini hanyalah ketenangan palsu. Seolah-olah, di ujung sana, ada badai besar yang sedang menunggu, mendekat perlahan tanpa suara. . TBC 23 Juni 2020 by Pepperrujak
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD