BAB LIMA BELAS

1460 Words

Pukul setengah sebelas malam mobil audi putih milik Ello berhenti di halaman rumah. Seperti biasa, Ghani masih ada kepentingan di luar kota. Biasanya Ghani akan ada di Bengkulu atau Jambil. Dan mungkin sesekali akan menghubungi mereka via telephone, e-mail, atau bahkan video call. Mungkin akan menanyakan kabar Ello dan Erro, juga menantu, serta cucu-cucunya. Keadaan sepi memang sudah biasa di kehidupan Ello dan Erro sejak dulu. Yup, dulu. Sekarang hampir setiap hari dia merasakan keberisikan yang tiada taranya. Yeah, tentu saja saudara dan sahabat-sahabatnya yang akan selalu berbicara 24 jam non stop tanpa memberinya celah untuk bicara. Kadang Ello jenuh dengan kehidupan yang sepi. Tapi bukan berarti dia ingin keramaian para Papa-Papa Idaman setiap hari. Ello menghembuskan nafas jengah.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD