*** Restoran yang aku pilih untuk makan malam dengan Axel tidak begitu jauh dari hotelnya berada. Kami cukup berjalan kaki saja sebab restoran itu tepat berada di bawah. Hanya membutuhkan waktu Lima menit untuk sampai ke sana. Kuhampiri kamar hotel Axel untuk mengajaknya makan malam berhubung sudah pukul Tujuh malam. Saat aku sampai di depan kamarnya, dia sudah siap dengan pakaian santainya yang bisa aku bilang sangat menawan. Sederhana, tetapi sanggup membuat Axel lebih tampan berkali-kali lipat dari sebelumnya. Aku saja sampai terkesima dibuatnya, tetapi sebagai teman tentu saja. “Kamu cantik, Feya,” Aku terbangun dari tatapan penuh kekagumanku pada Axel begitu ia melayangkan pujian untukku. Kucebikan bibir sebagai balasan. “Terima kasih,” kataku. “Kalau begitu mari kita perg

