Balapan Perdana

1216 Words
Glowry terus mengamati foto itu sambil membolak balikkan memeriksa siapa tahu ada keterangan singkat yang tertulis tapi ia tidak menemukan apapun. Ia mengangkat bahu cuek lalu menyelipkan potret itu di halaman lain. Ia mulai membaca satu persatu setiap kata yang tertulis. Chapter pertama Flashback Foto pertama bersama El menikmati senja sore di bibir tebing yang mengarah langsung ke laut dan Migael sebagai fotografernya. “Hai, Migael! Ambil foto kita” seru Nancy. “Kalian ini, menyusahkan orang saja.” Gerutu Migael. “Ini perdanaku menikmati senja bebas.” Teriak Elvrince pada Migael. “iya. Iya. Bawel.” Ucap Migael kesal. Mereka berpotret dengan berbagai gaya dengan latar belakang matahari terbenam. Senyum indah dan tawa yang lepas membuat keduanya merasa sangat bahagia. Terutama Elvrince yang memang tidak pernah keluar. Beruntung dirinya memiliki sahabat Nancy yang bisa mengeluarkan dirinya dari penjara tak kasat mata. Bagaimana tidak di sebut tak kasat mata, setiap pergerakannya selalu di awasi dan dijaga 4 pengawal dan setiap harinya hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan apapun. “Jadi, kita mau terjun ke area balap atau makan es krim?” tanya Migael. Posisi mereka sekarang di dalam mobil tanpa tujuan yang pasti. 10 menit berlalu hanya berputar mengelilingi kota. “Oke. Kita isi perut terlebih dahulu. Aku tidak mau cacing di dalam perutku berteriak karena lapar.” Seru Elvrince yang berada di jok belakang. “Jika aku mendapat omel dari dua pria dewasa yang galak itu, kalian harus berada di garda depan membelaku!” peringat Migael dengan kesal. Tentu ia kesal. Dua gadis yang ia bawa memaksa untuk keluar dari penjagaan pengawal dengan alasan ada tambahan latihan. Beruntung juga kedua orang tua Elvrince berada di luar negeri, sehingga dirinya bisa bernafas lega karena tidak perlu mencari alasan. “Siap.” Seru keduanya serempak. Mobil yang mereka tumpangi dengan Migael yang mengemudikan berbelok masuk ke area parkir bawah tanah. Migael tidak mau mengambil resiko terlalu besar apalagi jika sampai ada paparazi dan menjepretkan lensa pada dua gadis yang bersamanya, bisa tamat riwayat Migael. maka ia memilih untuk makan di tempat privat. Jalan masuk juga melalui lift khusus. Mereka segera turun lalu masuk ke dalam agar tidak membuang waktu. Balap liar dimulai jam 9 malam, sedangkan saat ini waktu telah menunjukkan 7.30 malam. Seusai mengisi perut, mereka segera menuju Dragon Light. Tempat terbesar dan komunitas balap liar yang sangat populer. Hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke dalam, dan setiap anggota tetap akan memiliki gold card. Malam ini adalah malam pertama untuk Nancy dan Elvrince mengunjungi area balap liar. Mengapa Migael bisa masuk karena ia adalah salah satu anggota gengster yang ditakuti. Bukan hal sulit untuk seorang Migael masuk ke tempat seperti itu. Keluarga yang memiliki nama, juga salah satu sahabat dari pria yang dihormati seluruh negeri yang tak lain adalah kakak Nancy. *** “Astaga..keren sekali. Migael kan, nama Papi. Nancy dan Elvrince? Nama yang bagus. Apa mungkin itu teman Papi. Tapi, disini... poto Mommy dengan seorang wanita lain.” Glowry bermonolog sendiri. Daripada ia pusing lebih baik ia baca kelanjutannya. Ia mulai membalikkan kertas dan mulai membaca kembali. Satu persatu ia akan cermati dan mencoba mengerti. “Wow! Migael. Ini sangat keren.” Sorak Nancy dan Elvrince. Berbagai modifikasi mobil yang sangat menakjubkan dan deretan mobil mewah yang berada di panggung besar dan megah berjejer rapi dengan hiasan pita. Dibawah panggung sudah berjejer rapi mobil sport mewah dengan modifikasi unik atau nyaris seperti mobil perang. Semua yang berada di satu tempat itu terlihat sangat sibuk untuk menata dan memeriksa bagian-bagian tertentu. Tak jauh dari tempat parkir mereka, ada satu mobil sport berwarna putih yang tiba-tiba mengeluarkan api seperti roket dari bagian belakang mobil disertai deruman yang keras. Sontak Nancy dan Elvrince menjerit. Aaaaaaakkk “Astaga! Apa-apaan kalian ini.” Bentak Migael sambil menutup kedua telingan dengan telapak tangan. “Kita kaget. Bodoh!” jawab keduanya serempak dengan suara naik satu oktaf. “arghh. Kalian ini memalukan saja. Jika seperti ini, mereka tidak akan menerima kalian menjadi peserta. Kita pulang dan lupakan balapan ini.”ucap Migael sambil menghidupkan mobil. Tapi Nancy segera mematikan kembali dan merampas kunci mobil. “kita baru mulai. Wajar saja jika kita terkejut seperti tadi. Ayo! Kita keluar dan selesaikan rasa penasaranku.” Ucap Nancy siap untuk keluar dari mobil. Dibelakang mereka sudah ada mobil besar yang membawa mobil modifikasi untuk Nancy dan Elvrince pakai. Mereka akhirnya turun dan melangkah menuju lapangan tempat para peserta berkumpul. Satu persatu arahan dari panita di perhatikan. Kali ini, mau tidak mau Migael ikut serta balapan. Ia takut jika dua gadis yang bersamanya akan celaka. Walaupun setiap hari mereka berlatih, bukan tidak mungkin jika sesuatu buruk terjadi. Mengingat Dragon light adalah tempat pembantaian para pembalap berkelas. Entah bagaimana Nancy bisa menemukan tentang Dragon Light, tapi yang jelas semua ini salah Neilh, Kakak Nancy yang ceroboh meletakkan sesuatu. “Apa kalian yakin? Aku sangat khawatir.” Ucap Migael gelisah. “Kita akan menderek mobil malam ini. Kau tidak perlu gelisah.” Ucap Nancy dengan meletakkan tangan di pundak. “Pastikan kau menjaga diri Migael. Aku dan Nancy akan membawa mobil malam ini.” Jawab Elvrince yang berada disamping Migael yang lain dengan siku yang di tumpangkan dibahu Migael. “Heh! Aku sudah profesional. Bahkan hampir setiap pekan datang ke sini bersama Neilh.” Migael menegaskan. “Kalau begitu, diam!” seru Nancy dan Elvrince kompak. Setelah panita selesai menyampaikan peraturan dan resiko dalam balapan, seluruh peserta berlari ke arah mobil masing-masing. Beberapa orang juga banyak mengundurkan diri karena merasa sangat berbahaya. Tapi untuk dua gadis yang berusia 19 tahun itu, malah bersemangat untuk mengikuti alur balapan. Suara deruman mobil terus bersahutan, semua peserta bersiap untuk menekan pedas gas secepat mungkin. Tembakan bebas dilepaskan dan semua peserta melajukan mobil secepat kilat. Berbagai tikungan tajam yang mencoba menghabisi peserta seolah hal yang sangat menyenagkan untuk Nancy dan juga Elvrince. Setiap tikungan yang mampu di lewati kedua gadis itu akan bersorak. Earphone yang terpasang di Migael, Nancy dan Elvrince adalah penghubungan komunikasi untuk mereka. Jadi, setiap sorak kedua gadis itu maka Migael memutar kedua bola mata asal. Migael sendiri juga tidak menyangka jika dua gadis yang baru menyelami dunia balap satu tahun dan hanya berlatih di lintasan belakang Mansion bisa sehebat ini di lintasan yang sebenarnya. “El...melajulah disampingku!” seru Nancy lewat earphone yang terpasang di telinga. “kenapa?” tanya Elvrince tak mengerti. “Ini perdana. Kita yang akan jadi pemenang. Cepatlah!” jawab Nancy menjelaskan. “Aku akan berada di belakang kalian untuk menjaga pertahanan dari peserta lain.” Timpal Migael. Elvrince menambah kecepatan agar posisinya berada disamping Nancy. Satu tikungan lagi garis finis. Mereka menghidupkan sistem pelapis mobil. Tujuannya untuk melindungi dari satu tembakan peluru yang sewaktu-waktu meluncur. Begitu sampai di garis finis, mobil yang Nancy dan Elvrince kemudikan mengeluarkan lampu yang mirip api melapisi mobil mereka. Decak kagum yang spontan keluar dari panita pemegang mikrofon menggema. Layar besar yang terpampang menampilkan modifikasi mobil mereka membuat seluruh penonton berteriak heboh. Tanpa orang tau bahwa lampu mirip api yang melapisi mobil adalah efek dari lapisan pelindung anti peluru. Tepat di depan podium mobil Nancy dan Elvrince kembali semula dan mereka keluar mobil lalu naik ke podium untuk mengambil hadiah. Migael bersandar di bagian depan mobil sambil melipat kedua tangan, pandangannya lurus pada dua gadis yang kini tersenyum lebar sambil mengacungkan kunci mobil masing-masing kepada Migael. Kruuyuukkkk Glowry mendesah kasar “Heh! Perut. Kenapa kau tidak mau bersahabat, huh! Ceritanya masih seru, tapi kau malah berteriak.” Maki Glowry pada perutnya. Glowry terpaksa harus menutup buku lalu turun dari sofa dan keluar dari ruang kerja sang mama. Tidak lupa ia membawa buku itu untuk ia simpan. Ia berpikir jika sang mama tidak akan mengingat buku yang kini berada ditangannya, karena buku itu sudah mulai usang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD