Akhirnya kaus kaki bayi itu selesai juga. Mata Azel berkaca-kaca melihat hasil karyanya itu. Ternyata, menghasilkan sesuatu dengan tangan sendiri itu rasanya luar biasa. Terlalu sulit Azel menggambarkan perasaannya saat ini. Satu yang ia tahu, segala perasaan yang ia rasakan amat sangat menyenangkan. Azel menempelkan sepasang kaus kaki itu di pipi, lalu mengusap-usapnya. Hangat, bisiknya. Azel jadi tidak sabar menunggu saat kaus kaki itu digunakan pada kaki mungil bayinya. "Kamu yang sehat ya, Sayang. Mama akan selalu menjaga kamu," bisik Azel sambil mengelus perutnya. Azel tersenyum saat berbicara dengan calon bayinya itu. Kemudian Azel melipat kaus kali itu, lalu bangkit dari posisi duduknya. Azel melangkahkan kaki menuju meja nakas yang terletak di samping ranjang. Azel melatakkan ka

