Abytra menatap jendela yang tertutup tirai di lantai dua. Itu jendela kamar Azel. Lampu kamar masih menyala, padahal sudah lewat tengah malam. Abytra menarik napas panjang, lalu menyandarkan punggung ke sandaran kursi. Sudah dua jam ia berada di dalam mobil dan menatap jendela kamar Azel, tapi sama sekali tidak merasa bosan. Bahkan untuk sesaat muncul dorongan untuk masuk ke dalam rumah dan menemui gadis yang kini memenuhi hati dan pikirannya itu. Satu jam kemudian, Abytra melihat siluet seseorang di jendela kamar. Tiba-tiba jantungnya berdegup kencang, sebab Abytra tahu betul siluet siapa itu. Lalu, siluet itu menghilang karena lampu tiba-tiba padam. Yang bisa ia lihat saat ini hanya kegelapan. Kegelapan yang menghancurkan hatinya. Berakhir sudah untuk malam ini. Kini saatnya Abytra per
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


