Yoshi membimbing istrinya untuk duduk di sofa. "Nggak usah bohong, aku sudah mendengar semuanya. Kenapa papa koma?" tangis Anastasya makin keras, hingga perutnya terguncang. "Kenapa Mbak Lidia di tahan?" Yoshi bingung apa yang harus dia katakan. Berterus terang saja atau mengarang cerita. Padahal Anastasya sudah mendengar semuanya. Sungguh ceroboh. Harusnya dia menerima telepon di halaman depan sana atau di garasi saja. Mak Ijah dan si mbak yang berdiri di dekat meja makan juga bingung dan cemas. "Ngomonglah, Mas. Kenapa dengan papa?" Anastasya menepiskan tangan Yoshi yang menyentuhnya. Yoshi menarik napas berat. Jika dia mengarang cerita, semuanya akan menjadi rumit meski itu dilakukan untuk menenangkan istrinya. Lebih baik cerita saja apa yang tengah terjadi. "Kamu tahu kan kalau L

