Berdamai dengan Hati 2

1082 Words

Akhirnya Anastasya mengangguk, tak punya pilihan. Ia pamitan pada sang kakak dan titip salam untuk mamanya karena tidak bisa menunggu, Yoshi harus segera berangkat ke kantor. "Di rumah mama mungkin nggak ada siapa-siapa selain pembantu. Tapi kamu akan aman di sana," kata Yoshi setelah mereka dalam perjalanan. Anastasya tidak menjawab. Pikirannya hanya tertuju pada sang papa yang terbaring tak berdaya. Ingin sekali ia menunggui sampai papanya sadar lagi. Jarak rumah sakit dan rumah Pak Yudi, papanya Yoshi, tidak terlalu jauh. Hanya butuh lima belas menit perjalanan. "Nggak akan terjadi apa-apa sama papa. Percayalah beliau akan segera pulih." Yoshi menenangkan istrinya. "Aku nggak ingin kehilangan papa, karena papa yang nggak akan mungkin ninggalin aku disaat orang lain berpeluang perg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD