Ku menangis tertahan ingat kau tak lagi bersamaku. Ku teriris terdiam berharap kebahagiaan datang. Sayang, mungkinkah kau akan menungguku menjemput cinta yang pernah ada di hatimu? *** "Aku akan mencintaimu dengan cara yang kau inginkan... *** Raina mengerjapkan matanya, setelah merasa pandangannya sudah lebih membaik Raina baru melirik sekelilingnya. Ruangan nuansa putih dan beberapa peralatan medis membuat Raina memejamkan matanya. Bayangan akan kejadian beberapa waktu lalu berputar di ingatannya. Rasa pusing yang Raina rasakan tidak seimbang dengan rasa sakit di hatinya yang perlahan mulai memaksa Raina untuk segera mengakhiri hidupnya. Raina melirik ke arah nakas yang di mana ada beberapa jenis pisau bedah di sana. Raina ingin meraihnya namun tangannya seperti

