Status soya yang seorang rindu sekolah dengan citra yang baik dan anggun laporan hanya pada beberapa siswi melabraknya di depan kelas brian siang ini.
"Jangan sementang lo miss sekolah, kita enggak berani sama lo" kata seorang dengan rambut di cat kemerahan.
"lo ganggu brian, kita enggak terima. Pakai sok tag brian lagi"
Kalau saja tidak mengingat statusnya, soya sudah akan menghajar para siswi yang mengatas namakan mereka sebagai fans brian ini, mungkin soya sudah akan menghajar mereka, kelihatannya lemah, soya sudah belajar karate sejak kecil.
"Jauh-jauh dari brian. Sok kecantikan banget lo. Enggak cukup apa, laki-laki dari semua angkatan naksir lo"
"emang ya cover nya doang bagus, hati nya busuk. Jalang"
"makasih ya" soya tersenyum "gue dapat sedikit pahala, dosa gue jadi berkurang karna di omongin kalian"
Tubuh kedelai terhuyung ke belakang karna di dorong para siswi itu.
"Cih, keroyokan utama"
Para siswi yang mengatasnamakan diri mereka sebagai penggemar brian menoleh, mendapati brian yang berdiri di belakang mereka.
Kedelai yang melihat itu rasanya ingin tersenyum, belum apa-apa mereka sudah kalah karna brian datang. Soya juga bukan gadis lemah yang akan diam saat di dorong, wait saja pembalasan soya.
"mulai sekarang enggak usah nungguin gue di depan kelas" brian berkata, mengulurkanlah.
Soya merengut, tapi tetap menerima uluran tangan brian.
"tunggu gue di parkiran, nanti kunci mobil gue biar lo yang pegang. Kalau gue telat, biar lo bisa nunggu di dalam mobil" brian kata, wajahnya tetap sama, datar.
Kalimat brian berhasil membuat para siswi yang menyerang soya tadi tidak percaya.
"lo enggak apa-apa kan?" brian bertanya, dia marah melihat kedelai yang di dorong, dia tidak suka ada yang memantau itu, apalagi sampai menyakiti nya.
"bilangin dong ke fans kamu, jangan main dorong. Kalau sms teror masih bisa aku maklumin" soya msnjawab, membuat rahang brian semakin mengeras dan menatap marah pada siswi-siswi yang menyerang soya tadi.
"ganggu soya lagi, habis kalian" brian mengancam.
Soya menahan senyumnya, ia merasa sudah berada di dunia novel yang sering di baca nya. Menjadi pemeran utama dengan bad boy sekolah yang super tampan.
"ayo pulang" brian merangkul soya dan pergi.
Soya tau, brian memang dingin. Tapi berandalan itu selalu jadi orang pertama yang membantu nya. Sama hal nya seperti tiga tahun yang lalu, saat soya masih duduk di bangku smp
Saat lelaki itu menolong nya yang sedang terpuruk.
Dengan rambut sebahu nya sehingga menelungkupkan kepalanya. Kabur dari rumah karna pertengkaran orangtua nya.
"ih ada dedek lagi nangis, lucu deh kulit nya putih banget. Anak orang kaya pasti"
Soya mendongak menatap dua preman yang tidak jauh dari nya.
"ini sih kalau di jual bakalan laku"
Soya berdiri dan bersiap ingin berlari.
"mau kabur ya dek?"
Soya berlari dengan di kejar dua preman itu sampai dia menabrak d**a seorang lelaki yang masih mengenakan seragam biru nya.
"tolong kak" soya berkata. Lelaki itu menghela nafasnya.
"adek udah abang bilang, jangan pergi!" lelaki itu merangkul kedelai.
"aku mau di tangkap dua preman itu" soya menunjuk dua preman itu, lalu melirik seragam lelaki itu. Dan membaca nametag nya "bang brian"
"TOLONG-TOLONG, ADIK SAYA MAU DI CULIK MEREKA" brian berteriak, membuat orang-orang mulai berdatangan.
"Brian?" kedelai berkata, ya. Lelaki itu bernama brian.
"udah aman" brian menjawab.
"makasih ya, brian altalarick" soya berkata.
Brian masih merangkulnya dan membawanya sambil mencari taksi.
Brian melambaikan peringatan satu taksi. Lalu buka jaketnya dan melampirkannya di tubuh soya.
"gue enggak tau apa masalah lo. Pulang lebih baik lo, jakarta enggak pelaut kehidupan fiksi lo, gue yakin lo anak orang kaya yang hobi manja-manjaan" Brian berkata.
"brian"
Brian menatap soya.
"nanti kalau kita ketemu lagi, aku bakalan ngenalin kamu lagi, aku bakalan secantik princess disney. Dan aku enggak akan lemah lagi" begitulah.
"terserah lo"
Soya Smile Lebar, Lalu mengecup pipi Brian dan Masuk ke dalam Taksi.
•••
Soya tersenyum miring karna sudah mendapatkan cara yang lalu para fans brian yang minggu menyerangnya, pikir mereka soya itu lemah.
"jadi si dini ini pernah ada masalah sama kakak kelas yang namanya anggun. Mantan brian juga" seina berkata, setelah mengumpulkan informasi.
Mereka berempat berdiskusi di perpustakaan yang sedang sepi.
"bete gue kalau dengar nama itu" soya berkata.
"yaelah soy, sama aja sama lo. Ngejar brian, tapi katanya si anggun ini jadi pacar minggu doang" bunga kata.
"vano bilang, bunga udah di nananina dengan suka rela gitu, yaudah deh namanya juga brian habis manis sepah di buang" nana menambahkan.
"brian enggak seberengsek itu kali!" soya mengubah "lagian dia enggak pernah macem-macem tuh"
"lo mah cantik doang, tapi d**a rata" bunga menyahut "ya enggak minat lah brian grepe-grepe lo"
"bungaaaa" soya melotot.
"fakta sih soy" siena menambahkan "oke balik lagi ke rencana balas dendam"
"aduh nambah dosa lagi" soya berkata "lanjut!"
"nah kan mereka sampai sekarang masih ada dendam yang belum tuntas tuh, dulu jambak-jambakannya masih seri" nana menjelaskan.
Soya, nana, bunga dan seina merapatkan tubuh mereka dan menyusun rencana.
"gue enggak akan jadi miss sekolah kalau enggak punya otak jenius" begitulah.
"enggak mau tau, traktir kita makan sama nonton" bunga kata.
"iya nih pulang sekolah harus cus nih, tapi izin dulu lah sama bad boy lo. Biar enggak marah-marah gaje kayak dulu pas lo di kasih coklat sama bima" nana berkata.
"baby gue it emang sok cold gitu, padahal mah ya posesive" soya menjawab dengan bangga.
"pasti tau nya dari vano kan?" seina bertanya "lo sama vano itu temenan atau pdkt sih na?"
"kami hanya seorang teman" nana menjawab.
"iya, friendzone" bunga menyahut.
"tuh kan gue bilang apa na, cocok kan kalian" langsung ditambahkan "enggak usah ngikutin trend jaman now lah, friendzone segala"
••
Brian tidak ingin ambil pusing lagi dengan soya, di tolak pun percuma. Soya tidak pernah menyerah dan juga entah kenapa, Brian tidak bisa membiarkan gadis itu pergi, dia cukup nyaman dengan kedelai yang selalu berisik dan bersimpati dengan keluarga nya yang di ambang ke hancuran.
Brian perduli pada soya.
Alasan itu juga yang kemaren membuat brian rela ke jogja demi menjemput soya.
Melihat gadis itu yang makan dengan tenang di lapangan, membuat bibir brian tertarik membentuk senyum kecil.
"brian, hari ini soya enggak nebeng brian" soya merogoh saku rok nya dan mengembalikan kunci mobil brian yang tadi pagi lelaki itu berikan pada nya.
"mau kemana lo?" tanpa sadar brian mengeraskan rahangnya, tidak suka mendengar kalimat soya.
"mau cewek-cewek time" soya menjawab "udah lama enggak jalan bareng"
"dua hari yang lalu kalian kan jalan bareng" brian menjawab. "lo kan ribut ke gue habis tekor jajanin temen-temen lo itu"
Senyum soya mengembang, pipi nya memerah.
"kamu tuh kalau possessive gini, lucu deh. Jadi gemes" soya berkata "lagian itu kan aku neraktir mereka karna lagi ulang tahun, ya enggak masalah lah tekor"
"SOYA!" brian membentak, lalu menghela nafas nya. "terserah lo"
Soya tersenyum lalu melanjutkan makan nya.
"nanti mau ke jogja lagi enggak?, makanan disana enak-enak kan?" soya mengalihkan pembicaraan
"males, disini juga enak makanannya"
"brian"
"makan soy!"
Soya mengerucutkan bibirnya.
"aku suka sama kamu, kamu udah suka belum sama aku?" soya bertanya.
"tanya sama Tuhan!" brian menjawab
"ih gitu banget sih" soya berdecak kesal "syukur soya sayang sama kamu"
Brian memutar bola matanya jengah.
"brian"
"apa lagi soya?" brian berdecak.
"enggak, cuma mau bilang kamu ganteng. Tiap hari sih" soya tersenyum lebar "tapi kok kamu enggak pernah bilang soya cantik, padahal semua orang kalau ketemu aku tuh pasti bilang, soya cantik banget kayak artis korea, mirip jisoo blackpink, campuran suzy sama yoona"
"gue enggak kenal" brian menjawab.
"bagus" soya tersenyum lebar.
Brian mengangkat satu alis nya.
"iya, artinya cuma soya yang paling cantik di mata brian"
"bangun, jangan kebanyakan mimpi" brian berkata, lalu bangun dari duduknya. "udahan makannya, pusing gue sama lo"
"ini nasi goreng soya belum habis, aduh sayang banget ayam nya masih banyak lagi" soya berkata.
"buruan!, atau gue tinggal" brian berkata "lo mau gue antar ke kelas atau gue tinggal?"
Soya menatap sedih makanannya.
"yaudah deh" soya menjawab
Brian tersenyum miring melihat wajah pasrah soya yang terkesan lucu sambil menatap makanannya.
"kamu duluan aja, sayang ayam aku belum habis. Mubazir" soya melanjutkan kalimatnya.
"SOYA" brian membentak.
..................................Tbc