“Jadi, papaku menemuimu?” Tanya Bramasta mendengar cerita Kirana dengan seksama. Kirana mengangguk. “Kamu mau membantunya?” Tanya Bramasta menyelidik. Kirana berjalan memutari meja kerja suaminya, kemudian memilih duduk di pangkuan sang suami. “Apa aku harus membantu?” Kirana bertanya balik dan itu membuat Bramasta terkekeh. “Sayang…aku gak ingin kamu melakukan apapun, biarkan mereka tahu betapa mahal hargamu” Kirana menyandarkan kepalanya di d**a Bramasta dengan manja. “Bagaimana dengan orang-orang yang bergantung dengan perusahaan itu? Aku memikirkan mereka” Bramasta membelai kepala Kirana, mengecup pelan puncak kepalanya. “Pekerjaan ini terlalu berat, Kirana. Dengan perut sebesar ini aku gak mau membuatmu bekerja terlalu keras” Bramasta membelai perut Kirana yang sudah membesar.

