Bagian 10

718 Words
Putra Mahkota datang mengunjungi Kerajaan Nanyi, dia pergi kesana untuk mengunjungi Putri Wu Zetian. "Putra Mahkota datang berkunjung" teriak pengawal dari depan paviliun Putri Wu Zetian. "Hormat kami pada Yang Mulia" jawab semua yang berada di kediaman Putri Wu Zetian. Kecuali Putri Wu Zetian, dia terasa terpukul sekali. Putri Wu Zetian memang benar-benar terpukul, karena kejadian ini diluar perkiraannya. Tanaman herbal yang selama ini mereka rawat telah diberi racun. Maka dari itu semua tanaman mati seketika, di dalam perkiraannya hanya dirusak saja. Dia tidak terpikir bahwa itu akan diberi racun. Putri Wu Zetian sangat terlihat sedih, karena racun itu jelas tidak akan mungkin membuat tanah yang ada dipakai untuk menanam tanaman herbal lagi. Dia sudah tidak bisa menolerir kejadian itu, apabila nanti sudah terungkap dia ingin semua yang terlibat dihukum seberat-beratnya. Putra Mahkota melihat wajah Putri Zetian yang terlihat sedih dan terpukul menjadi ikut sedih, dia tidak menyangka kejadian itu akan menjadikan Putri Zetian sangat menderita. "Kedatangan Hamba ini dikarenakan mendengar kejadian yang ada di Nanyi, Raja Li Zhi" kata Putra Mahkota. "Terima kasih atas perhatiannya Putra Mahkota, kejadian ini sungguh membuat hati Putri Zetian merasa terpukul. Karena tanaman ini di dedikasikan untuk para rakyat dan keluarga di istana" jawab Raja Li Zhi. "Putri Zetian sangat bijaksana Raja. Beliau selain membantu rakyat miskin juga membantu kesejahteraan Kerajaan Nanyi. Tapi sayang sekali banyak yang tidak suka padanya hingga menyebarkan berita bohong hingga merusak tanaman herbal Putri Zetian" sahut Putra Mahkota sambil melirik ke Putri Wu Yuanshun. Putri Wu Yuanshun sangat terkejut dengan perkataan dan tatapan mata dari Putra Mahkota. "Apa Putra Mahkota tahu kalau ini semua adalah hasil perbuatanku dan pelayanku?" kata Putri Wu Yuanshun di dalam hati. Raja sangat terkejut, dia tidak menyangka bahwa Putri Zetian mendapat banyak sekali tekanan. Dari berita bohong yang tersebar dan pengrusakan tanaman herbalnya. "Hamba harus menyelidiki ini dengan seksama Putra Mahkota" kata Raja Li Zhi. "Apabila Raja Li Zhi merasa tidak berkeberatan hamba akan membantu penyelidikan ini Raja" jawab Putra Mahkota. "Hamba sangatlah berterima kasih Putra Mahkota, Hamba mohon bantuan untuk menyelidiki ini semua" sahut Raja Li Zhi. "Baik, Hamba akan menyuruh kepercayaan Hamba menyelidiki kejadian ini Raja" kata Putra Mahkota. "Terima Kasih Putra Mahkota" sahut Raja Li Zhi memberi hormat. Tiba-tiba Putri Wu Zetian ambruk, dia pingsan karena menahan amarah yang sangat besar dan kekecewaan. Para pelayan dan pengawal segera mengangjat Putri Zetian dan membaringkan do tempat tidur. Bibi Yin tanpa disuruh langsung meminta pelayan mencari Tabib Istana. Tabib Istana segera datang sambil berlari ditemani para perawat Istana. Dia lalu memeriksa keadaan sang Putri. "Hamba melapor Raja. Putri Zetian mengalami depresi yang sangat berat oleh karena itu beliau merasa kelelahan. Setelah dirawat dengan seksama mungkin Putri bisa segera sembuh" kata Tabib Istana. "Lakukan yang terbaik untuk Putri Zetian, Tabib" jawab Raja Li Zhi. "Hamba Laksanakan Raja" jawab Tabib Istana. Putri Wu Yuanshun tersenyum dengan pahit. "Rasakan kamu Zetian ha ha ha. Kamu berani melawanku? Inilah akibatnya hahaha" kata Putri Wu Yuanshun dalam hati. Semua gerak gerik Putri Wu Yuanshun tidak lepas dari pandangan Putra Mahkota, Putri Wu Yuanshun tidak sadar akan itu. "Putri Wu Yuanshun, kurang ajar kamu. Berani-beraninya kamu menyakiti Putriku" kata Putra Mahkota dalam hati sambil menatap tajam Putri Wu Yuanshun. Putri Wu Yuanshun merasa ada yang memperhatikan, dia mencari - cari siapa yang memperhatikannya. Tatapan matanya tidak sengaja melihat Putra Mahlota yang juga sedang melihat ke arahnya. Putri Wu Yuanshun mencoba menyapa dengan isyarat matanya. Putra Mahkota merasa dia harus bersandiwara dengan Putri Wu Yuanshun, dia menatap Putri Wu Yuanshun dengan lembut dan penuh cinta. "Lihat kamu Putri Wu Zetian, kekasihmu sudah berpaling padaku. Hahaha.. Dia akan tergoda dengan kecantikanku, memanglah kecantikanku tiada duanya di dunia ini." kata Putri Wu Yuanshun dalam hati. Mereka berdua saling memandangi satu sama lain, dan itu juga tidak terlepas pandangan dari Bibi Yin. Bibi Yin merasa bahwa Putri Wu Yuanshun sangatlah keterlaluan, berani-beraninya dia menggoda Putra Mahkota di depan semua yang ada di paviliun. "Bibi, tidak perlu khawatir. Putra Mahkota hanya cinta pada Putri Wu Zetian. Beliau hanya memainkan sandiwara" bisik Pengawal Putra Mahkota. Bibi Yin kaget atas perkataan Pengawal itu. "Jadi Putra Mahkota tahu kalau semua ini perbuatan Putri Wu Yuanshun?" jawab Bibi Yin dengan berbisik juga Pengawal Putra Mahkota mengangguk pelan, Bibi Yin merasa lega. Dia tidak menyangka bahwa Putri Zetian banyak sekali yang sayang padanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD