Setelah pertemuan dengan ibu mertuanya tadi, Kylla menjadi banyak diam. Mengapa sekarang sikap ibu mertuanya sangat berbeda dan terlihat tidak menyukai dirinya. Padahal sebelumnya hubungan keduanya sangat baik dan ibu dari suaminya itu selalu menghubungi Kylla hanya untuk sekadar menanyakan kabar. "Nyonya muda, kita sudah sampai." Beritahu sang sopir. Kylla yang tadinya melamun, langsung tersadar dan segera turun dari mobilnya. "Terimakasih, sudah mengantar saya." Ucap Kylla dengan tulus. Kylla melangkah masuk ke apartemen dengan perasaan berat. Ia menutup pintu perlahan, seolah takut suara itu akan membangunkan kegelisahan di dalam dadanya sendiri. Tasnya diletakkan begitu saja di sofa, lalu ia berjalan ke dapur untuk mengambil air minum. Tangannya sedikit gemetar saat memegang gelas.

