Perjalanan pulang terasa jauh lebih panjang dari biasanya. Ethan menyetir tanpa suara. Tangannya mencengkeram kemudi sedikit lebih kuat, rahangnya mengeras. Bayangan wajah Naira dan percakapan dengan ibunya terus berputar di kepalanya, membuat dadanya sesak. Masa lalu… Ia benar-benar tidak ingin itu menyentuh hidupnya lagi. Kenapa harus sekarang? Kenapa justru saat Kylla mengandung anaknya? “b******k…” gumam Ethan lirih. Ia membenci perasaan tidak nyaman ini. Bukan karena masih ada rasa pada Naira—tidak. Tapi karena keberadaan perempuan itu seolah mengingatkannya pada hidup lama yang sudah ia tutup rapat-rapat sejak menikah. Hidup yang tidak punya Kylla. Hidup yang tidak punya tanggung jawab sebagai ayah. Saat mobil berhenti di parkiran apartemen, Ethan tidak langsung turun. Ia m

