Pagi itu bandara terasa lebih bising dari biasanya, atau mungkin hanya perasaan Ethan saja yang membuat segala sesuatu terdengar mengganggu. Langkahnya tetap tegap, jas hitamnya rapi, koper kecil ditarik di sampingnya--tampilan seorang pengusaha yang siap bepergian ke mana pun. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Biasanya, perjalanan kerja adalah hal yang selalu ia sambut dengan antusias. Negara berganti, waktu berpindah, dan target bisnis menanti untuk ditaklukkan. Tapi pagi ini, setiap langkah menuju ruang keberangkatan justru terasa berat, seolah ada beban tak kasatmata yang menahan dadanya. Ethan berhenti sejenak, menoleh ke arah Kylla yang berdiri di sampingnya. Gadis itu mengenakan pakaian sederhana, rambutnya tergerai rapi, matanya menatapnya dengan senyum tenang--senyum yan

