48. Rasa Yang Menyesakkan

1147 Words

"Mas," panggil Zenith yang menyadarkan Dito dari lamunannya.  Zenith benar-benar merasa bingung dengan tingkah suaminya akhir-akhir ini. Kadang Dito tak pulang, kalau pulang pun seolah hanya raganya yang pulang, jiwanya masih tertinggal entah dimana. Pria itu selalu saja ia dapati tengah melamun dengan dahi berkerut, kadang-kadang juga mengumpat. Zenith jadi bertanya-tanya, sesusah dan sebanyak apa pekerjaan suaminya di kantor sampai Dito mengalami perubahan besar seperti ini? "Iya? Kenapa, Sayang?" tanya Dito, tubuhnya tersentak halus kala merasakan tangan lembut Zenith menyapa kulit lengannya. "Kamu enggak dengarin apa yang aku cerita dari tadi?" tanya Zenith lirih. Hatinya merasa kecewa kala mengetahui bahwa sedari tadi suaminya melamun saat ia sibuk berceloteh panjang. Jadi, sia-s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD