Tubuhku terkesiap saat merasakan Alfian mendekatkan tubuhnya dengan tiba-tiba dan menempelkan bibirnya ke bibirku. Hanya kecupan memang, namun berhasil membuat pertahanan diriku porak poranda. Tubuhku membeku, tanganku menggenggam di sisi kanan dan kiri tubuhku. Tak percaya dengan apa yang baru saja kudapatkan. Seolah yang terjadi tadi hanyalah mimpi. Seorang Alfian Abiyaksa tidak mungkin menciumku seperti ini, namun yang terjadi selanjutnya lebih mengejutkan bagaimana pria itu memeluknya. Hidungku menyentuh bahu bidang Alfian. Debaran jantungku semakin menggila saat tangan pria itu menyentuh bagian belakang tubuhku lalu mengusapnya pelan. Sebelum kemudian, bulu romaku meremang saat perlahan kepalanya kembali mendekati telingaku sehingga menciptakan efek gelanyar yang aneh di tubuhku. “

