“Ra... satenya sudah siap,” panggil Alfian yang terdengar sayup menyapa pendengaranku. Gerakan pelan yang menggoyangkan tubuhku membuatku seolah melayang. Aroma sabun mandi dan sampo yang menguar dari tubuhnya perlahan membuatku tersadar. Perlahan aku membuka mata, dan melihat Alfian berada di sampingku, duduk bersimpuh sembari menggerakkan tubuhku pelan. Rambutnya masih terlihat lembab dengan wajah yang sudah jauh lebih segar. Kemeja kerja berwarna biru yang awalnya dia kenakan tadi sudah berganti ke kaos singlet rumahan berwarna hitam dan juga celana pendek di atas lutut yang memperlihatkan tubuh sempurna milik Alfian. Aku berdeham mencoba menyadarkan diri, “Aku tertidur?” tanyaku bangkit dan kembali duduk di sofa, tanganku bergerak mengucek mataku sembari menarik napas dalam. Dia ter

