Hal pertama yang aku lakukan setelah masuk ke dalam kamarku adalah mengeluarkan koper yang telah aku sembunyikan di bawah ranjang. Tangisku kembali mengalir dengan deras tak bisa aku kontrol. Aku tahu mood ibu hamil memang berbeda. Tak dapat mengatur suasana hatinya. Dan kesedihan yang menyelimuti diriku tak dapat aku tutupi. Tanganku bergerak mengusap perutku dengan lembut, “Mommy bakalan kuat dan nggak akan pernah menangis seperti ini lagi, begitu kamu lahir,” bisikku lirih. Mungkin dia akan merasakan kesedihan saat berada di dalam kandungan. Tapi aku akan berjanji, bahwa begitu dia lahir ke dunia ini. Bayi yang ada di dalam kandunganku tak akan pernah merasakan kesedihan itu lagi. Bahkan, jika dia harus mengambil bulan untuk membuat anaknya bahagia, maka dia akan mewujudkannya. Aku

