Desahanku kali ini terdengar begitu panjang, selain karena panas yang sangat terasa di kota kecil ini saat musim kemarau, hal yang paling tak kusukai adalah cuaca ekstrem yang terkadang terjadi. Kemarin malam, Aku dan Deeva merasa begitu kepanasan sehingga menyetel AC dengan suhu paling minimum, namun siapa sangka. Tengah malam, cuaca begitu berubah. Gemuruh mulai terdengar bersamaan dengan rintih hujan yang semakin lama deras. Hujan yang begitu derasnya sehingga tidur Deeva terusik. Beberapa kali dia merengek ketakutan saat mendengar suara petir yang menggelegar dengan kencang. Aku turun dari ranjang, membenarkan selimut Deeva hingga ke leher. Berjalan menuju jendela lalu membukanya. Hujan masih terus turun dengan begitu deras menciptakan genangan-genangan yang tak pernah aku sukai.

