Bab 100 - Telepon Papa

1709 Words

“aku saja yang bawa mobil,” ujar Bianca menyadari bahwa pikiran Masnya sedang bercabang. Alfian yang biasanya akan menolak, tak dapat melakukan apa pun saat Bianca mengambil kunci dari tangannya dan membuka pintu mobil di sebelah bagian pengemudi. Mendorong Abangnya agar duduk, menutup pintu mobil sport hitam milik Alfian sebelum kemudian berjalan menuju kursi di samping Alfian. Tangannya bergerak memundurkan sandaran kursi, dan dia rebahan sembari memikirkan semua hal yang terjadi. Semuanya terasa campur aduk, ada rasa sakit, penyesalan atau bahkan ada sedikit rasa lega yang dia rasakan karena akhirnya setelah lima tahun kepergiannya, ada yang melihat Rani. Setidaknya, sekarang dia mendapatkan kabar bahwa Rani tidak apa-apa dan tidak kurang satu apa pun. Alfian memejamkan matanya se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD