Bab 113 - Her Tears

2195 Words

“Maksud P-papa?” Suara Mama Ambar bergetar, beliau menatap suaminya yang membalas menatap dengan tatapan sendu. Air matanya mengalir begitu saja tanpa bisa belia bendung. Suaminya sejak sebelum Alfian datang sudah mewanti, mencoba untuk memenangkan dan juga memintanya untuk bersiap dengan berta yang akan beliau berikan kepada putra sulungnya itu. “Papa sedang bercanda kan ini?” ujar beliau mulai panik. Beliau menekan d**a kirinya yang kini kembali terasa nyeri tapi masih bisa dia tahan. Mama Amba berharap dia salah dengan. Rani yang suaminya maksud bukanlah menantunya, istri Alfian. Namun, melihat raut wajah serius yang beliau perlihatkan membuat Mama Ambar tersentak dan kembali memekik tak percaya. “Kenapa Papa baru bilang sekarang?” lirih Mama dengan nada getir. Dia melirik ke arah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD