"Terserah kau aku bisa apa? sudahlah aku ingin tidur Aku tidak ingin membahas hal seperti ini lagi sekarang tergantung kau masih berharap sama dia atau tidak sampai sekarang Aku tidak mengerti apa tujuan dari sekarang ini. berulang kali aku katakan aku tidak ingin ada orang lain masuk dari kehidupanku termasuk mantanmu itu! Kenapa tidak akan mendengarkan."
"Dion, itu tidak seperti yang kau lihat Aku tidak pernah melakukan hal yang membuatku sakit hati please... dengarkan aku dan percaya kepada aku sampai bingung harus bagaimana menghadapi, Dion... Aku hanya mencintaimu bukan dia aku sudah menikah untuk apa aku melakukan hal yang membuat suami ku sakit hati.
"Yonna, sekarang aku tidak bisa berbicara apa-apa aku merasa diriku sangat hebat dan kau menikah denganku karena keterpaksaan juga, jadi untuk apa aku mempertahankan hubungan jika istriku sendiri melakukan itu. Yonna, pilih untuk sekian kalinya kita bertengkar gara-gara pria lain, apa sabar aku sudah jangan berhubungan dengan mantanmu itu." Bentak Dion kepada Yonna.
Dion begitu kesal kepada istrinya di saat keadaan sudah dalam baik-baik saja ia melakukan hal yang membuat sakit hati sampai semuanya bisa terdiam begitu saja. Pria tersebut langsung menarik selimut dan membalikkan tubuhnya sambil berkata kepada istrinya yang tepat di belakang, "Oke, Yonna... beristirahatlah Aku tidak ingin meributkan hal yang tidak pantas aku lakukan sekarang, kau bebas melakukan apa pun yang ingin merasakan kebahagiaan itu. Aku suami yang tidak pernah anggap sejak dulu kau menikah pun hanya terpaksa dan Aku berusaha untuk menerima, sampai sekarang pun kau masih menghubungi dia apa salah aku saat ini jujur saja?"
"Dion... maafkan aku Aku tidak tahu harus bagaimana, aku dan dia hanya teman tidak lebih seperti yang kau anggap percayalah kepadaku mau bagaimanapun rasa cinta aku memang sudah tumbuh kepadamu, Aku tidak mengerti lagi Bagaimana cara membujuk dan menjelaskan kepada kau Dion."
Dion masih saja terdiam dan dia tidak menghiraukan sampai akhirnya Yonna tertidur pulas.
Di pagi cerah itu tidak ada satu pun di antara mereka berdua berada di sana. memang di mana yang terbaik untuk itu menjadikan yang terbaik untuknya. Lalu Dion berkata "Berhenti lah untuk melakukannya di belakangku seperti itu, aku juga tidak ingin kau melakukan hal yang tidak pernah melakukannya. Jauh di pikiranku saat ini kau melakukan lagi biarkan semuanya aku menghubungi Alden! dia tidak pernah mengerti kalau semuanya yang dilakukan itu salah."
"Aku tidak tahu harus bagaimana melakukannya saat ini, tidak ada aku berbuat seperti itu, percayalah aku tidak melakukannya lagi." Ucap Yonna kepada Dion yang dari tadi hanya memandang dia dengan sinis.
"Aku sudah malas! kenapa dia masih menghubungi kalau memang tidak ada masalah. Dan kau menghubungi dia juga 'kan?" Tanya Dion dengan tegas.
"Tidak! aku hanya... " ucap Yonna terhenti begitu saja.
"Hanya untuk apa? Sudahlah aku juga bingung mengatakan itu lagi, kau masih saja tetap tidak mau mendengarkannya ucapku berulang kalinya."
"Hm... terserah kau mau berkata apa lagi tidak ada yang bisa menghalau kau untuk menghubungi mantan kekasihmu itu!" Ucap Dion yang langsung pergi meninggalkan diri nya.
"Aku belum selesai untuk berbicara, jangan meninggalkan aku. Setega itu kau meninggalkan aku yang sudah berusaha untuk kau percaya kepadaku saat ini."
Brian langsung saja pergi meninggalkan Yonna yang tidak mau dia mengerti lagi saat ini.
Yonna yang masih berada di kamarnya bingung dan merasa kacau hidupnya yang tidak beraturan setelah dia bertengkar dengan suami yang dari tadi bingung mau bagaimana nanti. Di dalam hatinya berkata "Huft... Dion padahal aku sudah berkata jujur aku tidak ada bermaksud untuk bermain belakangmu, hanya sekarang aku membutuhkan Alden untuk mencari tahu siapa yang sebenarnya mengirim bunga untuk kau Dion, aku sebagai istri merasa sedikit cemburu dan merasa tidak ada artinya di kehidupanmu. Di sisi lain juga kenapa Alden harus menghubungi aku terlebih dulu sampai membuat kesalahpahaman begini."
Dan tiba-tiba telepon dari Alden masuk begitu saja sampai dia tidak tahu harus bagaimana dan akhirnya Yonna angkat, "Ada apa Alden? berhentilah menghubungi aku! membuat permasalahan datang saja." ucap Yonna sambil membentaknya.
"Yonna aku hanya mau tahu kabarmu apa baik saja, aku sampai tidak bisa tidur memikirkan kesedihanmu itu." Ucap Alden di seberang telepon itu.
"Sudahlah, aku mau sendiri dulu. Alden jika aku membutuhkanmu aku akan menghubungi terlebih dulu, tolong jaga perasaan seorang wanita yang sudah bersuami dan kita berdua hanya sebatas teman tidak lebih."
"Oke, aku mengerti tapi jika kau ingin membutuhkan aku, aku sudah siap membantu kau untuk selalu, aku tidak akan meninggalkanmu. bagaimana pun aku yang sudah mengenal kau lebih lama. Kalau begitu sampai jumpa lagi Yonna."
Yonna mematikan teleponnya sampai dia tidak kuasa menahan sakit hatinya dan dia merasa telah melukai pria lainnya, dan ini dia lakukan hanya untuk menjaga perasaan suaminya yang begitu sangat menyayangi nya dan tidak pernah melupakan betapa dia mencintai Dion setelah berbulan lamanya bersama.
Di tempat lain Dion juga termenung membayangkan apa yang akan terjadi pada pernikahannya untuk ke depannya, dia merasa tidak ada yang bisa dia taklukan lagi demi menjaga dirinya dan semua masalah yang telah datang ini kepada dirinya.
Di pagi yang cerah saat di mana Yonna begitu dia semakin gelisah saat Dion masih tidak mau berbicara kepadanya Dan di saat itu juga Yonna mendapatkan kiriman Bunga yang tertuliskan teruntuk Dion ke kasihku terbayang, saat itu juga dia merasa sangat marah dan kesal. Dan akhirnya Yonna bertanya jika dia menyelingkuhi dirinya sekarang, Dion yang sedang duduk sendirian di balkon kamar lalu dia berkata, "Dion! Ini untuk yang keberatan kalinya kau membuat aku terluka, sampai detik ini kau masih saja melukai aku berulang kali. Tidak pernah terpikirkan kalau kau masih juga menerima semuanya."
"Kau ini berbicara apa semakin tidak mengerti aku yang ada di pikiranmu Coba Kau Bayangkan jika aku tahu aku akan memberi tahu siapa yang memberikan bunga setiap harinya, kau jangan mengalihkan kan semua permasalahan itu kepadaku. Tidak ada yang bisa di lakukan lagi selain mendapatkan kebaikan yang ada. Sekarang terserah kau mau berbicara apa pun aku tidak tahu siapa yang memberikan bunga tersebut."
"Hm... masih saja kau mau mengerti apa yang telah diberikan ini pasti ada sangkut-pautnya dengan kau dan pengirim bunga aku merasa kau sekarang membalaskan dendam yang pernah aku lakukan sebelum pernikahan kita, jadi mulai sekarang aku berpikir saja apa yang akan aku lakukan setelah mendapatkan yang terbaik untuk kita jangan sampai ada orang lain yang ingin menjahati kau lagi aku sudah berusaha agar kau bisa bahagia denganku, mulai sekarang Pergilah sesuka hatimu menurutku kau memang tidak mencintaiku." Ucap Yonna yang sangat marah dan langsung pergi meninggalkan Dion sendiri di balkon rumahnya.