SIENA 30

1335 Words

Siena, Kalau lo bilang semesta itu kejam, maka lo harus lihat lebih teliti. Yang kejam itu diri lo sendiri karena nggak pernah berusaha menyiapkan hati. _Siena_ "Hape lo!" teriak Akas di tengah rintiknya hujan. Akas mengusap wajahnya beberapa kali demi menghilangkan air yang mengalir menutup penglihatannya. Saka yang sedang memeluk Siena pun mendengus. Matanya tidak sengaja menatap dua orang laki-laki yang berdiri tidak jauh dari mereka. Namun, tidak begitu jelas karena terhalang hujan. "Ganggu lo!" maki Saka membuat Siena sedikit terkekeh dalam pelukannya. Akas mendengus tidak kalah kesal. "Gue harus ke rumah Yasa, tapi jadi telat gara-gara nonton adegan menye-menye lo berdua." "Ya udah, sono pergi!" usir Saka. Posisinya benar-benar tidak berubah. Dia masih setia memeluk Sie

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD